De Retour
  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 3, 2020
Di siang terik itu mengapa kau pergi bersembunyi, walau itu demi mencegah perpisahan kita tapi tetap saja kau tak boleh membuat khawatir orangtuamu. Hati ini memang menolak untuk membantu mencarimu tapi aku harus percaya bahwa takdir akan mempersatukan kita kembali, semua tempat telah kususuri tapi tetap kau tak ada disana. Setelah kepala ini mengingat tempat yang pernah kita kunjungi bersama dan pikiranku tertuju pada tempat itu, tempat dimana para ikan menari-nari. "Kamu kok kesini, kamu dicariin bundamu loh." "Bunda ga sayang sama aku, dia hanya peduli sama karirnya." "Ayo kita kerumahku aja, disana kita bisa sembunyi." Walau aku tahu pasti berat kau pergi kesana, tapi maaf aku harus berkhianat padamu. Walau sedih akan datang menjajahku, tapi itu akan lebih baik daripada memisahkan seorang ibu dan anaknya. Walau aku akan berpisah padamu, tapi takdir pasti akan mengembalikan kau lagi disisi ini. Kalimat perpisahan penuh air mata pun terucap, semua memanglah salahku maka suatu saat nanti kau pantas menyalahkanku. ~ Story by Raihana
All Rights Reserved
#54
de
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Dibalik Tawa
  • As Time Allows
  • KEPERGIAN SENJA
  • hay mantan !!
  • Ilusi
  • Benalu [Terbit]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA

Peringatan!! 16+ Kembali ke masa dimana ayah dan bunda ku waktu mereka masih remaja? Ah! Tidak mungkin. Keluarga? Seperti yang kalian tahu, semua keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pulang. Lalu bagimana dengan kita yang bernasib lebih percaya orang luar daripada keluarga sendiri? Itulah aku, Karin begitu juga dengan Raga; si anak pertama. Kini kalian tahu, aku lebih tahu. Namun ku tutupi itu semua dengan perban. Perban yang tak terlihat. Apa itu? Tertawa dan senyum. Apa aku harus pergi ke masa lalu agar bunda dan ayah bisa mencintai sedari dulu dan memperbaiki semua? Ayah memang agak keras orangnya, apalagi ayah katanya dulu anak band, namun cita-citanya harus terkubur karena tuntutan ayahnya(kakek ku). Kejadian saat konser juga dialami ayah, yang membuat ia trauma, sehingga tidak memperbolehkan anaknya untuk membuat anggota band. Ternyata bunda dan ayahku memiliki trauma masing-masing, yang membuat mereka terkadang melampiaskan satu sama lain. Peringatan🚨: •Ini cerita murni yang dibuat sendiri. •Jangan menjiplak cerita, karena ada undang-undangnya sendiri. •Jika ada sedikit kesamaan cerita, itu tidak kesengajaan, terimakasih. -salam sastra- Author by: Soraya Happy reading y'all!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines