Mari Menghilang

Mari Menghilang

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 19, 2023
Ada kala ketika membaca tak selalu ampuh untuk menjawab semua persoalan. Lantas bagaimana dengan menulis? mungkin dengan segala tulisan pertanyaan akan datang jawaban yang diharapkan. Maka segala tulisan ini kusampaikan, pada siapapun yang melihat pertanyaan tersirat pada goresan-goresan cengeng yang klise. Mungkin nanti kelak saat menua, kita menertawakan seorang pria petualang akhirnya duduk tak berdaya dihantam pukulan telak yang tajam. Mungkin bibir keriputku nanti akan menyunggingkan senyum malu, melihat anak muda yang dulunya amat mudah berpindah, kini terseok-seok bergerak dari masa lalu. Selalu ada kali pertama untuk segala hal, termasuk membuat diri malu hanya karna satu cinta yang gagal. Tapi itu jadi bukti betapa kau mampu membangunkan sisi terlemah yang selama ini selalu rapi kusembunyikan dari siapapun. Ini tentang ikhtiar untuk melupa, Ini tentang upaya untuk terbiasa, Ini tentang usaha untuk berdamai, Ini tentang jalan untuk dipertemukan dengan kisah baru. 11 Maret 2020 Unidentified Location
All Rights Reserved
#5
pendatangbaru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sampai Sini [End]
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • My Popular Husband [SUDAH TERBIT]
  • PERJODOHAN DINI 1
  • Absquatulate [Sudah Terbit]
  • AKSA
  • Jurnal Tentang Kamu [Sudah Terbit]
  • Rainy Rain
  • Cinta Lama [Completed]

𝘼𝙠𝙪 𝙧𝙚𝙡𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙪𝙣 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙡𝙖𝙧𝙖𝙨𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙠𝙞 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙧𝙤𝙩𝙤𝙖𝙧-Naya Kalau di pikir-pikir lagi, banyak kenangan yang tidak tahu harus di simpan di mana. Seperti, aku harus apa ketika kenangan itu terputar jelas dalam ingatan? "Aku menyukainya sendirian, mencintainya sendirian, bahagianya sendirian, cemburunya sendirian, sedihnya sendirian dan mengakhirinya sendirian bahkan sekarang melupakannya sendirian. Gak adil yah?" Iya. Tapi aku tidak bisa menyalahkan siapa-siapa disini. Menyalahkan dia? Emang dia buat salah apa? Aku terlalu terbawa perasaan ketika laki-laki itu melakukan aksi sekedar bare minimum. Tapi jika menyalahkan diri sendiri juga, aku tidak salah. Perasaan itu datang bukan di rencanakan. Berasa lagi nyalahin penjahat tapi penjahatnya tidak tahu siapa. Karena, Di antara kita tidak ada yang menjadi pelaku atau pun korban. Namun, bolehkah aku sedikit berharap? ✨️ bonus playlist spotify! baca sambil dengerin lagu yang di rekomendasikan😇❣️ Disclaimer! Penulis masih berkelahi dengan typonya😘 Cerita ini hanya cerita biasa, bukan spesial apalagi penting. Start: 09 September 2023 Finish: 05 Juli 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines