Memories

Memories

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 1, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
" Bahagia? makanan macam apa itu? denger namanya aja udah merinding " ujar Areta. " Gue nggak tau gimana jelasinnya, tapi yang pasti Gue bakal bikin lo tau gimana rasanya" Balas Evano sambil tersenyum tipis ke arah Areta. " gue nggak pengen. Lagian lo siapa gue? sok peduli sama gue " ujar Areta ketus " Emm... kenangan" Ujar Evano lirih sambil menatap langit " Kenangan? kenangan terburuk?" Balas Areta sambil menoleh ke arah Evano yang masih menutup mata sambil tersenyum ke arah langit biru. Evano hanya terus tersenyum tanpa mengatakan apapun Up sesuai mood yaa.. Happy reading :)
All Rights Reserved
#717
memories
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Teman Rasa ... (?)
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • Arsyilazka
  • Maaf' (Revisi)
  • Hope is a dream that is doesn't sleep
  • Lintang Waktu ✔
  • FALLING IN LOVE

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines