Memories

Memories

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 1, 2023
" Bahagia? makanan macam apa itu? denger namanya aja udah merinding " ujar Areta. " Gue nggak tau gimana jelasinnya, tapi yang pasti Gue bakal bikin lo tau gimana rasanya" Balas Evano sambil tersenyum tipis ke arah Areta. " gue nggak pengen. Lagian lo siapa gue? sok peduli sama gue " ujar Areta ketus " Emm... kenangan" Ujar Evano lirih sambil menatap langit " Kenangan? kenangan terburuk?" Balas Areta sambil menoleh ke arah Evano yang masih menutup mata sambil tersenyum ke arah langit biru. Evano hanya terus tersenyum tanpa mengatakan apapun Up sesuai mood yaa.. Happy reading :)
All Rights Reserved
#4
areta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hope is a dream that is doesn't sleep
  • Arsyilazka
  • AGAVAN (H I A T U S)
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • Jejak Waktu [Complete]
  • MY SOUL
  • Rain Drops ( On Going )
  • Teman Rasa ... (?)
  • Lintang Waktu ✔

Forth melepaskan pelukannya dan tertawa, menjauh dari beam dan duduk di tepi tempat tidur. "Maaf beam sudah ku katakan jangan pakai hati kepada ku. Kita tidak seharusnya seperti ini." " Maafkan aku P" "Kau menyukai komik yang aku belikan p?" "Tentu saja, Aku rasa bisa menyelesaikan membaca dalam 3 hari " jawab Forth yang muali serius membaca di atas tempat tidurnya. Beam menghela nafas dan ikut mengambil satu komik dari meja Untuk di bacanya. Forth menggeser sedikit tubuhnya memberi tempat untuk Beam. "Apa kau sudah mandi P..?" "Tentu saja sudah, saat kau berjalan kemari" jawab Forth tanpa menoleh ke arah beam yang bahkan tidak bisa berkonsentrasi dengan komik yg di bacanya. "Apa kau sudah mandi, beam?" "Aku dari kantor langsung kesini 😉" jawab beam santai "Jadi kau belum mandi 😨 sana pergi mandi !" Forth memukulkan bantal di sampingnya kepada beam. Dan beam merasa harus membalasnya. "Kurang ajar sekali kau." Ucap beam balas pukulan bantal dari Forth hingga perang bantal yang seharusnya tidak terjadi pun terjadi. "Aku tidak mau mandi 😤" Jawab beam kekeh. "Baiklah aku juga tidak akan menyentuhmu😛." "Siapa bilang kau boleh menyentuhku..?😗" Beam melotot tajam pada Forth, tapi bukannya takut Forth malah gemas dan langsung meraih leher beam berakting mencekiknya. Cerita ini dapat ambil dari judul cerita yang sama yang di buat sama kak Reni fajarwati.... & mungkin ceritanya ngga sama persis sama aslinya nyesuaiin latar nya😂😂

More details
WpActionLinkContent Guidelines