Radio Romance

Radio Romance

  • WpView
    Reads 7,969
  • WpVote
    Votes 2,484
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 21, 2023
"There's a sure distinction that everyone has. Same as me, same as him. But sadly, we have one thing in common. We both chose you. And I never regretted it." Katanya, hidup adalah tentang perjalanan untuk pulang. Ketika kita berjalan untuk menemukan rumah, kita akan dihadapkan dengan banyak persimpangan, kadang tanjakan, bahkan tebing-tebing curam. Lalu kita juga akan di pertemukan oleh beberapa persinggahan untuk tempat istirahat. Mungkin sebuah bangunan. Bisa jadi seseorang. Kisah ini ditulis ketika pemiliknya juga sedang dalam perjalanan pulang. Tujuannya belum pasti, mungkin seseorang, bisa saja rumah, atau bisa juga menghilang. Kisah ini ditulis ketika pemiliknya masih sibuk menerka warna indah yang akan dia goreskan pada kanvas tanpa noda, ketika dia masih dihadapkan pada setumpuk kisah yang belum memiliki judul juga tokoh utama. Karena dalam perjalanan ini, dia sendiri yang akan memilih siapa pemeran utamanya, siapa yang akan berdiri disampingnya hingga tiba di akhir cerita. Lalu kemudian, dia juga akan memutuskan sendiri. Apa tujuan pulangnya adalah seseorang atau justru menghilang dan tak pernah ditemukan. 103,1 Romanseu FM #1 in Saffa [5/5/20] #1 in Radio Romace [11/5/20] #1 in Studio [1/6/20] #1 in Liga [7/1/24]
All Rights Reserved
#441
diksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua cangkir satu Meja
  • It's Always Been You✔️
  • Empty | 00L NCT Dream
  • Ruang Kosong
  • Twelve Months ; Jeno Ryujin ✓
  • Truck of Love [taekook]
  • Janji yang Menemukan Rumah
  • INTUISI || ft. Tokuno Yushi

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines