My Possessive Husband

My Possessive Husband

  • WpView
    Reads 11,440
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 2, 2024
(konten adult) Warning akan ada banyak kata-kata vulgar!!! Konten 21+ Adik-adik yang merasa masih labil dalam menentukan sikap setelah membaca konten adult dimohon segera menjauh😁 ______________________________________________________ "Van mau aku bantuin gak?" tanyaku berdiri di depannya yang sedang merapikan dasi. "Tidak usah, saya bisa sendiri" tolaknya dengan wajah datar. Sebenarnya penolakan seperti ini bukan pertama kalinya kudapatkan. Hampir setiap hari dia tidak mengijinkanku untuk menjalankan tugas sebagai seorang istri. "Sarapan dulu yah baru ke kantor, aku udah masak lho kak" yah aku masih memanggilnya kakak bahkan kalau di kampus aku memanggilnya pak. Entahlah hubungan suami istri macam apa ini? "Saya bisa makan di luar, lain kali gak usah masak sebanyak ini kalau gak habis kan mubazir" jelasnya padaku berdiri di depan meja makan rumah kami. "Saya akan terlambat pulang ada pertemuan jadi tidak usah menunggu saya juga bawa kunci rumah" dia masih saja bersikap dingin padaku. Aku salah apa sebenarnya sampai dia tidak pernah hangat padaku.
All Rights Reserved
#69
romanceadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Aku Hamil
  • Kamu + Aku = To Be ONE ✅
  • The Story Of You And I
  • Secret
  • SESAK(END)
  • Tentang Kita (ON GOING)
  • It's Okey Im fine (END)
  • Passionate Love✔

Warning 21++ (Bacaan dewasa!) Aku memilih Romi. Dia lelaki pilihan Ayahku. Sebenarnya aku masih sangat mencintai Edward saat ia dikenalkan Ayah, tetapi Edward yang tidak bisa menerima keadaanku, dan menghilang saat aku menghadapi keterpurukan, membuatku tidak bisa melanjutkan hubunganku ke jenjang yang serius dengannya. Ini adalah cerita dalam pernikahanku dan Romi. Hari-hari kami lewati dengan bahagia, bahkan tidak lama setekah menikah aku sudah dinyatakan hamil Tapi, saat berbagai cobaan menerpa rumah tangga kami, Edward kembali datang dan memberi perhatian padaku, bahkan pada kandunganku. Ia terus meyakinkanku, bahwa ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, kesalahan yang dapat membuatku pergi meninggalkannya lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines