We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Monokrom

Monokrom

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 27, 2020
WpInfo
Poetry
"terimakasih untuk hitam dan putih dalam serat hidup sebaya yang kini kutempuh, memilih henti untuk membuka hati yang telah lumpuh" - detak prawijisana Mari singgah untuk sungguh, menepi radian penuh peluh. sejenak terasa menikmati goresan penuh makna. detak yang tak lagi dirasa sempurna. ruam dalam jiwa penuh luka. jejak kelabu terhias hitungan waktu. mananya entah apa dirasa. perih , pahit getir kehidupan yang dilaju. mengikuti alur sang maha kuasa. Gundah yang dilingkup dalam syair sejuk. hitam dan putih nya kehidupan di kala masa lalu yang begitu meresahkan. Bayangan maya tampak jelas tanpa memudar, perihal luka yang masih belum sepenuhnya kering terkelupas kembali. Masa lalu bukan biar untuk berlalu, jika tanaman cinta menuai luka yang mana sampai kedepannya kembali menganga. Jelas saja bila dapat diminta, memilih untuk tak bertemu sebelumnya.
All Rights Reserved
#157
writer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • GRADIOLA ( END )
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • You're Here, But Not For Me
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Andai bisa
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines