buterflay

buterflay

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 20, 2020
Deven menarik tangan mungil zifah lalu mengusap air matanya mengelap ingusnya . "Dev janji ya sama zifah ga tinggalin zifah"ucap zifah dg mata yg berkaca² . Deven menarik zifah kepelukanya guna menenangkan gadis mungil itu. "Dev janji kok sama zifa , Dev itu Dev nya zifa"kata deven menguraikan pelukannya . Itu membuat nazifah tersenyum , membuat deven gemes sendiri.......
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Cold Guy (DIMAS)✔️
  • Zefa Untuk Dewa
  • CAHYA UNTUK MENTARI
  • Harapan Bunga Terakhir
  • KEYVANO MARENDRA
  • Devan Dan Devina [Completed]
  • Paradise
  • Gajelas(chanbaek)(gs)END✔✔
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines