Boys In School

Boys In School

  • WpView
    Reads 195
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 12, 2020
Kisah dimulai ketika datang seorang anak baru bernama Firha. Ia memiliki kakak perempuan yang bersekolah di pondok pesantren, namanya Alya. Mereka berasal dari seberang Pulau Jawa, sehingga Firha hanya tinggal berdua saja dengan ibunya. Kedatangam Firha memberi aura baru di kelas IV A. Pembawaannya yang pemalu namun berwajah menarik dan cukup cerdas, sehingga banyak teman menyukainya. Berbagai kejadian, membuat Firha kemudian bersahabat dengan Irul, Ipul, Wawan dan Ican. Kelima siswa sekolah dasar tersebut memiliki karakter serta latar belakang status sosial yang berbeda. Firha dengan keluguan dan sifatnya yang apa adanya, seolah menjadi perekat diantara ke empat temannya. Berbagai kejadian sehari-hari seputar kegiatan di sekolah, membuat kelima sahabat ini menjadi lebih kompak. Di tambah dengan tingkah pola teman-teman sekelas, ada saja kejadian seru di kelas mereka. Puncaknya adalah ketika akan diselenggarakan kegiatan yang dberi nama Pekan Silaturrahmi. Pada acara ini, kelima sahabat tersebut menunjukkan kebolehan mereka. Meski awalnya sempat ada yang menentang. Tetapi, berkat perjuangam sang walikelas, Kepala Sekolah mengijinkan mereka tampil. Bahkan, menjadi pengisi acara puncak di kegiatan tahunan tersebut. *** Mohon maaf cerita ini sudah terbit dalam bentuk buku sehingga tidak sampai tamat di sini.
All Rights Reserved
#45
k-pop
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gank F (Ketika Kenangan Terlalu Indah Disimpan Sendiri)
  • Dua Hati di Antara Kata
  • 6 jiwa 1 ikatan
  • Noisy, Fiony. [END]
  • AMERTA AKSA (Chikara)
  • Milk Loving Baby [FreSha]
  • KATAKAN itu CINTA

Di SMP Dominic, kelas 7F dikenal sebagai kelas buangan-setidaknya itu yang dipikirkan sebagian orang. Namun di balik label nyeleneh itu, tersembunyi kumpulan anak-anak jenius yang terlalu unik untuk dimasukkan ke kelas biasa. Mereka cerdas, kritis, iseng, penuh guyonan, dan sering dianggap "mengganggu ketenangan" kelas lain. Maka Kepala Sekolah yang dijuluki Bruder Killer, Pak Frank Sugih, membuat keputusan legendaris: menyatukan mereka dalam satu kelas khusus. Jadilah mereka Gank F. Ada Deasy si pianis jenius, Ariawan sang jago basket, Juliani si ratu Matematika, Ratih yang imut tapi licin, Leo yang lari seperti singa lepas kandang, Rubyanto si dancer dadakan, Susana dan Pritta si nonik orientalis, Febri si puitis iseng, dan duo absurd Dony-Andhy Pethax-si kembar beda ayah beda ibu. Bersama mereka, sekolah menjadi panggung untuk tawa, kenakalan, solidaritas, bahkan cinta masa remaja yang polos dan menggelikan. Novel ini membuka dengan reuni unik bertahun-tahun kemudian: para mantan anggota Gank F, kini berusia kepala empat, kembali ke sekolah mengenakan seragam SMP lengkap-celana pendek, rok biru, dan semangat nakal yang tak lekang waktu. Pertanyaan seorang anak kecil kepada ayahnya membuka pintu kenangan: "Kenapa ayah pakai seragam SMP?" Lewat tawa yang renyah, air mata diam-diam, dan kehangatan yang tak bisa dijelaskan logika, novel ini membawa kita kembali ke masa ketika janji setia tidak pernah diucap, tapi diam-diam dijalani. Gank F adalah kisah tentang persahabatan tanpa batas, kenakalan yang bertanggung jawab, dan kenangan yang terlalu indah untuk dilupakan sendiri. Karena kadang, bintang paling aneh cahayanya... justru yang paling sulit dipadamkan. Ini bukan sekadar reuni. Ini perjalanan balik ke masa saat persahabatan dibangun tanpa janji, tapi dijalani sepenuh hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines