SANTRI WASHLUN DAN SANG KIAI

SANTRI WASHLUN DAN SANG KIAI

  • WpView
    Odsłon 2,812
  • WpVote
    Głosy 239
  • WpPart
    Części 25
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja pt., paź 22, 2021
WpInfo
Fikcja
Powieści Społeczne
Sebuah kisah yang mengandung nilai-nilai luhur dalam kehidupan dan mengajarkan untuk hidup dalam kesederhanaan serta tidak mudah berkecil hati. Sebab kita sebagai generasi akan menjumpai kehidupan akhir zaman yang di mana para manusia semakin berambisi dengan sebuah ketenaran dan kemewahan. Lebih-lebih dari kelompok generasi muda penerus bangsa dan agama yang mulai luntur akan akhlak moral berjiwa takwa. Karena realisasinya hanya sedikit diterapkan untuk kedalaman ilmunya. Sehingga dengan nada prihatin kita bisa membaca sikon hidup manusia yang banyak dalam kerugian dan ketertipuan di panggung sandiwara. "Keinginan manusia hanya sebatas nafsu yang menyesengsarakan"
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#526
buku
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Arwa'ul Qulub (BERSAMBUNG)
  • Annam Al Abbiyan
  • I Love Gus (OPEN PO)
  • Dia dan Doa
  • Pangeran Senja
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]
  • Ijbar [Selesai]
  • Cinta Neng Zulfa
  •  Basmalahnya Gus untuk Mbak Santri

Nura Yasraa Assyairii, gadis mungil dengan tinggi hanya 145 cm, kulit kuning langsat yang lembut seperti rembulan, dan sepasang mata hitam bulat yang memancarkan pesona tak terdefinisi. Ia adalah anak kedua dari keluarga yang kaya. Tumbuh di tengah kasih sayang dan harapan besar orang tuanya. Di balik senyum cerahnya, Nura menyimpan ribuan cerita,tentang prestasi yang membanggakan, juga tentang tingkah laku nakal yang tak pernah habis diceritakan oleh guru-guru dan teman sebayanya. Bersama lima sahabat karibnya : Naomi yang telah 10 tahun bersamanya, Arisha si yang tidak bisa menangis , Zunaira yang berani, Cyra si toxic , dan Malaika yang berfikir kritis. Nura menjalani hari-hari penuh warna. Persahabatan mereka terjalin erat seperti simpul tak terurai, tumbuh dari pertemuan yang tak disengaja menjadi ikatan yang tak tergantikan. Namun, dunia mereka tiba-tiba berubah ketika satu keputusan orang tua meruntuhkan kenyamanan yang telah mereka bangun keenam gadis ini harus tinggal dan menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren yang dikenal akan kedisiplinan, aturan ketat, dan hukuman yang tegas. Dunia yang asing, dunia yang tidak mereka kehendaki. Bukan tanpa perlawanan, mereka pun mulai berulah. Segala cara mereka tempuh untuk menunjukkan ketidaksetujuan dari keusilan kecil hingga kenakalan yang membuat para pengurus pondok geleng kepala. Namun, di balik kenakalan itu, tersembunyi jeritan hati anak-anak yang masih mencari jati diri dan tempat untuk dimengerti. Pondok pesantren bukan hanya tentang hafalan dan doa, tetapi juga tentang perjuangan menghadapi diri sendiri. Apakah enam gadis ini akan mampu menerima takdir mereka? Mampukah persahabatan mereka bertahan di tengah cobaan dan aturan yang mengekang? Atau justru pondok ini akan menjadi awal dari lembaran baru dalam hidup mereka,tempat di mana mereka menemukan makna sejati dari kedewasaan, iman, dan persahabatan?

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści