We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Erlanda

Erlanda

  • WpView
    Reads 306
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Priya putih berambut hitam dan badan yang tinggi ya Erlanda Wijaya Kusuma ,ia adalah seorang murid terpopuler di SMA Garuda dan di juluki dengan kata most wanted . Tak heran jika banyak orang yang mengagumi nya dan mengaku-ngaku sebagai kakaknya,pacarnya dan segala macem lah. Salah satu murid yang terobsesi dengan ketampanan Erlanda ,ya siapa lagi kalo bukan Salsa Kirani laode,ya seorang gadis yang cantik putih agak pendek biasa pagil dengan sebutan Caca. Ia juga bersahabat dengan seorang wanita yang cerewet dan mayan cerdas lah Firna Anindiyah .dan Rara rosanti, panggil aja Ara. ***** Di sekolah.. "Hallo gays Selamat pagi" Teriak Caca sambil tersenyum "pagi" Orang-orang di sekitar "Eh ngomong-ngomong kaya nya ada yang lagi seneng nihhh Ra" teriak Firna kepada Ara "apaan si loe pada" "Eh loe lagi seneng yakan" "cerita dong orang lagi seneng kok gak bagi-bagi" jerit Ara "Lo kira makanan apa"Jawab Caca "iyah cerita dong kita kepo nih" kata Firna sambil pasang wajah penasaran "mau tau banget apa mau tau ajah" Caca menggoda nya "Ih kok mala becanda si ayolah cerita" batin mereka berdua "iya deh aku cerita jadi"ucap Caca yang digantung gantung "jadi apa" kata ara kepo nih Ara kepo banget "sabar ngapa mau cerita juga" ucap caca "yaudah cepetan" "jadi" "Eh ada pak budi tuh" jerit Firna sambil menunjuk ke arah pintu "nanti aja deh ceritanya" kata Caca Akhirnya mereka bertiga pun panik karena pak Budi sudah memasuki kelas, pak Budi adalah salah satu guru yang paling kiler dari guru-guru yang lain.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Forever Friends ( End )
  • KEMARIN [END]
  • ANNISA {ON GOING}
  • Garis Interaksi
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • THE CLIMB [Completed]
  • Uncertainty?
  • Asmara Putih Abu-abu [ON GOING]

Clara minum teh manis hangat yang tadi pagi dia siapkan dalam termos kecil kesayangannya. Menghirupnya secara perlahan untuk merasakan aroma teh melati yang harum berbalur sedikit rasa manis. Karena Clara tidak terlalu suka rasa teh yang terlalu manis. Cukup senyum manisnya Gibran cowok tercintanya saja yang Clara sukai. Pagi ini Gibran belum memberinya kabar , terakhir sore kemarin Gibran mengirim pesan kepada Clara di obrolan pribadi hanya menanyakan Clara ada dimana , apakah sudah sampai dirumah dan sudah makan siang. ----- Clara langsung bangkit dan menempatkan termosnya diatas meja lalu keluar kelas untuk mulai menyambut kedatangan teman-teman kecilnya didepan pintu kelas. "Ibu guru ... aku udah berani sendiri dong." " Liat deh , mamaku anterin aku sampai pintu pagar aja ." kata Sena dengan bangganya. "Oiya ya ... mama Sena cuma anterin sampai pintu pagar." "Alhamdulillah ya Sena berhasil pagi ini." lanjut Clara sambil melangkah maju menyambut Sena dan berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan tinggi badan Sena. ----- "Ibu guruuuu.... ada ular !" teriak Sena "Ada ular ... Awas teman-teman hati-hati , kita lapor polisi bu guru ." ucap Raya dengan suara cemprengnya sibuk berteriak-teriak sehingga memancing teman-temannya yang perempuan untuk ikut berteriak-teriak heboh. "Bu guru ... kenapa cacingnya gak dibunuh aja bu." "Kan cacingnya udah gangguin kita tadi." "Iya bu guru ... cacingnya pasti gak mandi sama sikat gigi deh." tambah Hanin dengan suara cemprengnya menimpali ucapan Nilam ----- #Proses revisi per Bab# #Mohon maaf bila tidak nyaman#

More details
WpActionLinkContent Guidelines