Story cover for She Is INEFFABLE by diva_ayyn
She Is INEFFABLE
  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Mar 13, 2020
"kamu itu seperti ineffable buat aku" ungkap Lien pada seorang gadis yang menunduk di depannya.

Gadis itu bimbang antara perasaan dan logikanya. Otaknya terus menolak hal tersebut karena itu memang hal yang tak benar. Tetapi entah kenapa hatinya memberontak. Ada sebuah rasa yang membuat ia tak ingin meninggalkan pria dihadapannya.

"jadi pacarku ya.." ucap Lien lagi sambil memegang tangan gadis itu.

Sepuluh detik
Duapuluh detik
Satu menit

"huuuuhhhh" Lien menghela nafas berat. Gadis yang sedang menunduk itu tak kunjung membuka mulut. 

Gadis itu melepas tangan Lien dengan perlahan. Sebisa mungkin ia menahan air matanya yang sudah dipelupuk. Ia terus menunduk agar Lien tak melihat air matanya. Ia berbalik, meninggalkan Lien. Meninggalkan semua kenangan indah bersama Lien. 

Lien tetap memaku ditempat. Ia berjanji akan menunggu jawaban gadis itu. Karena gadis itu adalah ineffable bagi dirinya
All Rights Reserved
Sign up to add She Is INEFFABLE to your library and receive updates
or
#827perpisahan
Content Guidelines
You may also like
BarraKilla by novaadhita
64 parts Complete
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
TIMELESS CRUSH (REVISI) by zvenaaa
12 parts Ongoing
"Lu kenapa sih, Kal? Selalu mundur pas gue maju?" "Gue... cuma takut, kalau ternyata gue nggak cukup baik buat dijadiin rumah, Ze." ___________________________________________________ Kalau Raskal kira alasan itu bakal bikin Zea nyerah, dia salah besar. Salah tingkat dewa malah. ___________________________________________________ Seizea Hanaviela, si pengagum setia yang udah enam tahun cuma bisa nonton Raskal dari jauh, akhirnya nyerah. Nyerah diem-diem, maksudnya. Di tahun pertengahan SMA mereka, Zea memutuskan buat maju. Nggak cuma maju selangkah, tapi siap bener-bener menginvasi dunia Raskal yang (seharusnya) tenang. Dari tiba-tiba muncul di mana-mana, memanggil Raskal hingga hampir terdengar seluruh sekolah, sampai mendadak jadi 'murid privat' paling maksa, Zea pakai segala cara paling nekat dan 'nggak tahu malu' buat bikin Raskal kelimpungan. Pokoknya, tak ada lagi Zea si bayangan, kini cuma ada Zea si gadis paling absurd yang bertekad menaklukkan hati orang yang dia suka. Tapi, Raskal si gitaris band yang jago ngeles itu bukannya nggak sadar. Dia terlalu sadar, makanya dia sibuk kabur. Di balik senyum jail, aksi panggung yang memukau, dan persona kocaknya, Raskal punya satu rahasia besar: dia takut sama yang namanya cinta. Dan kisah ini? Ini bukan soal siapa yang jatuh duluan. Tapi siapa yang berani berhenti lari, dan siapa yang cukup nekad buat ngejar sampai ujung. [DILARANG PLAGIAT! IDE INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI ‼️]
CINDY : Sebelum Aku Pergi by rasainiindah
11 parts Ongoing
"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.
You may also like
Slide 1 of 8
BarraKilla cover
Ketika Hati Bicara cover
Aderaga [ON GOING] cover
AKHIR KISAH cover
TIMELESS CRUSH (REVISI) cover
Crazy Couple [End] ✔ cover
Hallo Aera  cover
CINDY : Sebelum Aku Pergi cover

BarraKilla

64 parts Complete

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!