She Is INEFFABLE

She Is INEFFABLE

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"kamu itu seperti ineffable buat aku" ungkap Lien pada seorang gadis yang menunduk di depannya. Gadis itu bimbang antara perasaan dan logikanya. Otaknya terus menolak hal tersebut karena itu memang hal yang tak benar. Tetapi entah kenapa hatinya memberontak. Ada sebuah rasa yang membuat ia tak ingin meninggalkan pria dihadapannya. "jadi pacarku ya.." ucap Lien lagi sambil memegang tangan gadis itu. Sepuluh detik Duapuluh detik Satu menit "huuuuhhhh" Lien menghela nafas berat. Gadis yang sedang menunduk itu tak kunjung membuka mulut. Gadis itu melepas tangan Lien dengan perlahan. Sebisa mungkin ia menahan air matanya yang sudah dipelupuk. Ia terus menunduk agar Lien tak melihat air matanya. Ia berbalik, meninggalkan Lien. Meninggalkan semua kenangan indah bersama Lien. Lien tetap memaku ditempat. Ia berjanji akan menunggu jawaban gadis itu. Karena gadis itu adalah ineffable bagi dirinya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • Effort ( COMPLETED )
  • False Hopes
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Hallo Aera
  • Aderaga [ON GOING]
  • Arsyilazka
  • RAVASYA [END]
  • Crazy Couple [End] ✔
  • BarraKilla

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines