Intuisi Tentang Rasa

Intuisi Tentang Rasa

  • WpView
    Reads 544
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Wed, May 20, 2020
Semenjak berakhir, semua terasa beda dilalui bukannya tidak bisa melewati hari tanpamu hanya saja ada suatu kehilangan yang kurasa kurang lengkap akhirnya. *** Tahun demi tahun membuatku semakin sadis jika berbicara soal perasaan, hati, dan cinta. Sadisku telah membuat beberapa orang tersakiti adalah orang yang ingin mendekatiku, orang yang menyatakan perasaan kepadaku. Aku merasa mereka semua gila, tidak tau apa alasannya tapi itu yang berbicara di hati kecilku. Terlewati panjang kesendirian ini tanpa Raja hatiku, hingga setiap mendung mendatangi sepiku semakin terasa sudah kehilangan itu dengan aku yang berbicara melalui rasaku. Banyak metode perihal rasa yang telah kusampaikan, ialah diary. Ya memang semua orang tidak pernah menyangka aku memegang diary, tapi realitanya itu aku. Mengapa? Karena diary yang dapat aku percaya, yang bisa memegang cerita tanpa menceritakan kesiapapun. Semuanya itu tentang perasaanku, keganduhanku, kegelisahanku, kecamukkanku perihal hati. Namun pada esok hari Sang Raja membuatku patah secara perlahan dan diam-diam membuatku jatuh lagi. Aku merasa tidak ada gunanya Diary itu, lalu aku memutuskan untuk membakarnya. Oke selesai? belumm haha, aku tuliskan lagi di paper kecil setiap hari tentang rasa sakitku namun kali ini setiap paper yang selesai kutulis langsung aku buang. Kenapa? karena aku pikir setelah membuangnya itu, perasaan yang aku rasakan ikut terbuang tetapi sayangnya tidak, malah semakin menimbun tinggi. Seperti harapan? tidak, aku tidak berharap, aku mengontrol harapan ini agar tidak terlalu tinggi. ------ Yang terpenting bagiku bagaimana aku bisa menceritakan salama ini yang aku rasakan. Mungkin itu akan lebih baik, karena aku selalu memendam sendiri, sahabatku sekalipun tidak pernah tau isi hatiku sebenarnya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk menuangkan segalanya melalui Wattpad ini.
All Rights Reserved
#919
patah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Tak Kembali
  • FRIENDzone (Completed)
  • LOVE in SILENCE
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • You are in my past and my future [END]
  • Full Of Scratches
  • ngger adalah vandyku
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Admire Or Love

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines