CINTA BOLEH?

CINTA BOLEH?

  • WpView
    Reads 1,564
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 3, 2022
"Gue mohon, mulai saat ini lo nggak usah ikut campur urusan gue. Apalagi tentang cewek!" Cewek itu hanya diam dengan mata yang memandang cowok yang baru saja membentaknya. "Dulu gue bisa terima, saat lo selalu ngusir semua cewek yang berusaha deketin gue. Karena saat itu gue memang nggak ada rasa sama mereka. Tapi untuk sekarang, GUE CINTA SAMA DIA! jadi, jangan pernah lo rusak hubungan gue dengan cewek yang gue suka." Cewek itu menatap nanar ke arah cowok yang baru saja pergi. Perlahan air matanya jatuh. Dia tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini.
All Rights Reserved
#29
badboys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • INDESTRUCTIBLE [TAMAT]
  • Paper Plane
  • Friendzone
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • It HURTS
  • HaluNatasha
  • ALSTARAN [END]
  • Effort 2 [ Completed ]

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines