ME AFTER HER.

ME AFTER HER.

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 16, 2020
Katanya sih yang namanya cinta itu datang tanpa permisi, tanpa terduga, dan tiba-tiba. Salahkah kalau Valya tidak ingin merasa bersalah karna sudah jatuh cinta dengan lelaki yang sudah di miliki perempuan lain. Mungkin menjadi selingkuhan selalu di pandang buruk oleh kebanyakan orang, tapi nyatanya tidak semua orang ketiga itu bersalah, semua orang punya alasan untuk melakukan suatu hal. Sama hal nya dengan Hexa yang mencintai Valya di belakang Annisa. Hexa muak menjadi lelaki baik-baik, lelaki yang tidak tega untuk meninggalkan kekasihnya walaupun ia tahu kalau kekasihnya mengkhianatinya, sesakit apapun itu kekasihnya tetap perempuan yang akan ia jaga. "Enggak semua orang ketiga itu salah, tidak semua buruk. Di ibaratkan tamu, mereka tidak akan masuk ke dalam rumah tanpa si pemilik rumah membukakan pintu, bahkan memaksanya untuk masuk. Tapi kenapa orang-orang selalu mengkambing hitamkan orang ketiga" - Valya "Orang ketiga tidak akan masuk ke dalam suatu hubungan kalau hubungan itu tidak dalam masalah atau memang karna salah satu dari pasangan itu tidak puas dengan hubungannya entah itu karna alasan sepele ataupun alasan yang sulit. Dan aku memasukkan orang ketiga di hubungan kita karna memang orang itu lebih layak ku cintai dan ku jaga di bandingkan pasanganku" - Hexa "Terserah kamu mau memandangku buruk, mencaci maki ku, merendahkanku. Tapi aku tidak akan mau melepasmu ataupun di lepas oleh mu karna aku membutuhkanmu dan kamu adalah sosok sempurna untukku. Kamu hanya milikku, Hexa" - Annisa
All Rights Reserved
#452
percintaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Toxic Relationship
  • Antara Cinta dan Persahabatan
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • MORALLESS
  • Aza's Project
  • Informed Consent
  • save me
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Terlanjur Resepsi

Di dalam hubungan ini, hanya ada aku dan rasa kesal mu *** "Menurutlah Nona, mungkin Tuan akan berbaik hati dengan meringankan hukuman mu," ucap Pria yang sama. Tidak mungkin! Dia Kris, tangan kanan dari seseorang yang Kaluna benci dan secara bersamaan juga ia cintai. "Apakah kau bisa menjamin Kris, bahwa ucapanmu benar?" tanya Kaluna dengan datar. Kris terdiam. "Kau bahkan tidak bisa menjamin dirimu sendiri akan selamat darinya jika tidak berhasil membawaku pulang bukan?" tanya Kaluna lagi dan Kris tetap tidak beraksi. Kaluna mendengguskan napasnya. Kaluna berjalan mendekat ke Kris, sebelah tangannya ia masukkan ke kantong celana yang ia pakai. Berhenti tepat di depan Kris, ia melirik ke arah belakang Kris, dimana beberapa anak buahnya berdiri. "Ada 4," batin Kaluna. Kembali memusatkan pandangan ke arah Kris. "Kau terlalu setia Kris, bagaimana jika kau bilang pada Tuan mu bahwa aku di temukan meninggal dunia? Kau tidak akan kena hukuman, begitu juga aku. Kau bisa mengambil jasad seseorang yang sudah rusak, anggap saja itu diriku. Selesai!" Kaluna mencoba menawarkan kerja sama. Kris terdiam, "Nona, kau tau bukan bahwa Tuan bisa mendengar semua ucapanmu saat ini." Kaluna melirik earphone yang terletak di telinga kiri Kris. "Sial!" umpat Kaluna. *** Kaluna tidak pernah tahu. Dari tangan yang pernah menyelamatkannya, datang genggaman yang tak akan pernah melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines