Senandika

Senandika

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku akan selalu menjadi nomor satu di hati Papa, Ma. Untuk itu, aku akan mengalahkan adikku dengan telak. Lalu aku akan meminta Papa untuk tidak memukul Mama," Vano berlutut lalu memeluk Mamanya. Aku berderai air mata. Siapa yang mengatakan akan menjagaku dari pukulan Mama? Lalu siapa yang mengatakan akan menjatuhkanku hanya karena ego mereka? Dadaku sesak. Tangisku tertahan di tenggorokkan. Aku hanya bisa berteriak dalam kepala. Senandika. Ini bukanlah sebuah drama. Melainkan sebatas cengkrama.
All Rights Reserved
#301
selflove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Admire Or Love
  • Kasih Nyaris Tak Sampai
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Breakdown : Tears Of An Angel
  • Hug Me (Mom Dad)
  • Hopeless
  • Toxic Relantionship
  • Breathe

Berpendidikan tinggi tak menjamin seseorang mengetahui segalanya. Pasti ada satu hal yang tidak di ketahui. Contohnya aku. Aku yang tak mengerti sama sekali tentang permasalahan hati. Katakan saja aku ini gadis bodoh. Memang aku ini bodoh. Bodoh dalam hal asmara. Bodoh dalam hal hati. Tak mengerti letak rasa kagum, suka, sayang dan cinta. Hanya karena tak mengenal arti ke-empat rasa itu, aku membuat hati sesorang patah. Memang tak parah. Tapi tetap saja aku sudah menggoreskan luka di hati seseorang. Kisahku bermula saat mengenal dua remaja laki-laki yang berbeda karakter. Aku dekat dengan keduanya, tapi rasa yang ku rasakan di setiap remaja laki-laki itu berbeda. Dan aku tak tahu apa maksud rasaku itu? Mau bertanya pada sahabatku atau orang yang telah berpengalaman? Jujur saja aku malu. Karena aku selalu masa bodo tentang laki-laki di depan mereka, padahal dalam hati kecilku, aku sangat antusias. Mau tak mau aku cari tahu sendiri, hingga aku sadar dimana rasaku berada? Hatiku ini memilih siapa? Dan saat aku sudah sadar, semuanya telah terlambat. Terlambat menyadari rasaku sendiri. Gimana pas baca deskripsinya? Ada rasa-rasa penasaran? Kalo ada jangan lupa tambahin cerita ini ke readinglist kalian ok;) Baca+vote+komennya di tunggulho❤️. Happy Reading🎉.

More details
WpActionLinkContent Guidelines