HEART FOR WHOM?

HEART FOR WHOM?

  • WpView
    Odsłon 1,123
  • WpVote
    Głosy 658
  • WpPart
    Części 27
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., cze 23, 2020
Seorang gadis bernama Misya Geraldine yang harus memendam rasa kepada sahabatnya.Namun siapa sangka dihari terbaiknya sabahatnya meninggalkannya selama setahun. Dan selama itu juga Misya berusaha move on, lalu membuka hatinya kepada orang lain. Ditengah tengah kebahagiaannya, sahabatnya kembali datang. Entah untuk siapa hati Misya, untuk dia yang selama ini menemaniku saat kamu pergi. Atau untuk kamu yang pernah singgah dan kini datang kembali. *** "maaf,aku harus pergi" ucapnya. Haruskah semuanya pergi? mengapa tuhan tidak adil? Mengambil semua apa yang aku punya.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#256
gio
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Vericha Aflyn ✔️
  • VIA-AMARA
  • DIA PERGI?!
  • Restu Tuhan
  • Eimaikala
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Bahagia & Luka (END)
  • Our Times (Completed)

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści