Mimpi Yang Tertunda

Mimpi Yang Tertunda

  • WpView
    MGA BUMASA 293
  • WpVote
    Mga Boto 36
  • WpPart
    Mga Parte 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Mar 29, 2020
Terkadang, ego dan logika tak sejalan dengan hati. Ketika hati berarah pada kebaikan, namun ego menolak untuk berbuat baik. Tak selamanya apa yang kita anggap baik 'kan berakhir baik. Tak selamanya yang kita pikir buruk berakhir dengan buruk. Kita hanyalah hamba, bukan pencipta. Kita hanyalah tokoh, bukan pembuat cerita. Lalu, apa hak kita meminta alur cerita sesuai kemauan kita? Ego akan mengalahkan segalanya, membuai semesta dengan kebahagiaan yang tak kekal. Menjerumuskan kepada kebatilan. Membuat setiap orang yang menurutinya tersesat oleh hawa nafsu yang dominan menguasai jiwa raga. Kisah dari seorang remaja yang terombang-ambing oleh keadaan. Mencari jati diri, mengulik arti hidup yang berliku, hingga akhirnya menemukan sebuah titik terang yang membawanya pada sebuah kesuksesan dan kebahagiaan. Hidup tak selamanya lurus, terkadang kita perlu melawan arus. Harus ada jalan terjal yang dapat membuat kita belajar untuk memahami arti hidup yang sebenarnya. Tak ada yang tidak mungkin, yakinlah bahwa kita mempunyai Tuhan pemilik segalanya. Dekatilah Dia maka apa yang kita inginkan akan dikabulkan. Bukan malah semakin menjauh dan menjatuhkan diri ke dalam jurang kesesatan dan berakhir dengan sebuah penyesalan.  
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Menjaga Cahaya
  • ALTHAZAIN
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • CINTA UNTUK ALYA
  • Izinkan Aku Untuk Berubah
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Satu Nama dalam Sujud
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • Takdir Sang Ilahi [END]

Siapa sangka, alumni pesantren yang cupu sepertiku harus masuk ke sekolah terelit di Jakarta. Perkumpulan anak orang kaya dan juga cogan. Hal pertama yang kupikirkan saat masuk sekolah ini, aku harus siap di bully. Aku harus menjaga pandanganku dari berbagai jenis makhluk yang bernama laki-laki. Kuputuskan jadi bongkahan es dimanapun berada. Kalian harus tahu, aku harus menjaga hafalan Quranku dengan menundukkan pandangan. Dan sekolah ini, adalah godaan terbesar. Aku mohon papa, mama, aku pengen balik ke pesantren. Lebih baik jadi nyai dari pada menjadi ilmuwan seperti yang ada di pikiran mama! Tapi ada satu orang yang selalu memperhatikanku, dia sering mendapatiku menangis dan memberikanku dua lembar tissue. Katanya satu buat ngelap air mata, satunya buat ngelap ingus. Ini kisahku, bertahan dengan iman di tengah zaman milenial.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman