untaian Kata Diandra

untaian Kata Diandra

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 8, 2020
Seorang gadis yang terlahir tidak sempurna. Karena ketidak kesempurnaannya ia berusaha menjadi orang yang sempurrna untuk orang lain,ingin menjadikan kekurangannya menjadi kebahagian untuk orang lain dan menjadikan orang lain untuk alasan ia hidup di dunia ini. Dengan kemampuan yang dimilikinya yaitu, kempampuan membaca pikiran seseorang dan kemampuannya dalam berkata-kata...mampukah ia mengubah pemikiran orang lain dengan kata-katanya.. Ia selalu di kejutkan dengan berbagai masalah orang-orang yang ada disekitarnya...namun dari masalah tersebut. Ia mampu menjadikannya sebagai pandangan untuk terus hidup lebih benar lagi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMELUK LUKA [END]
  • FATE [END] ✔
  • One Shoot Brothership ✓
  • Before 180 Days ✓
  • Avyan (End) ✓
  • Still with Pain (Terbit)✓
  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • LOSER'S HAPPINESS (END)
  • Outcast; How to Get a Happiness?  [END]

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

More details
WpActionLinkContent Guidelines