My Destiny (Revisi)

My Destiny (Revisi)

  • WpView
    Lecturas 5,107
  • WpVote
    Votos 229
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadConcluida vie, nov 13, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
[ Tamat ] "Tenang, pelangi pasti datang. Tapi ingat, dia juga akan pergi," LUKA, Tidak semua luka itu dapat disembuhkan dengan obat-obatan. Ada kalanya sebuah luka tak dapat disembuhkan hanya dengan obat, hingga luka itu kian lama kian melebar. Apa kalian tau luka itu? Ya, luka atas perbuatan, perkataan dan segala penindasan. Luka yang tertoreh dalam hati seseorang. Kalian tau obat dari luka sedemikian? Jika belum, maka kemarilah. Akan ku beritahu kepada kalian tentang segalanya.... Tentang aku, lukaku, dan takdir dari Tuhanku.
Todos los derechos reservados
#75
paksaan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Benalu [Terbit]
  • You Are Mine [Terbit]
  • Love Melodies [END]
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • Debur Ombak
  • Painful By Accident (Completed)
  • Trapped in a wound
  • Juan [REVISI]

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido