My Ice Boyfriend

My Ice Boyfriend

  • WpView
    Leituras 11
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, mar 15, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
Sekarang tanggal 3 Agustus 2006. Dan sekarang hari Kamis. Ya benar hari Kamis sesudah hari Rabu. Sebelumnya aku tinggal di desa durian utuh. Desa yang pada hari Selasa sebelum hari Rabu mengalami gempa bumi dahsyat tapi tidak sampai tsunami. Tapi aku saat itu berdoa agar tidak ada tsunami. Kalau ada tsunami nanti Mbak Sri yang punya hutang aku 53.000 gak jadi dibayar. Kalau nggak jadi dibayar aku jadinya enggak bisa beli poster Ariel Peterpan. Aku anaknya dari pak Tukijo si nelayan yang gagal cari ikan paus tapi selalu dapetnya ikan Lemuru. Dan ibuku, IBu Wati tukang jualan cilok di sekolah SD ku. Terlihat miris ya, tapi kalian bayangkan betapa enaknya makan ikan Lemuru setiap hari. Membuat badan sehat dan kuat. Kini waktunya aku perkenalkan diriku sendiri, namaku: Retno Arumaningsih dipanggil Kadita. Nama samaran biar keren hehe soalnya mau masuk SMA negeri. Sebenarnya hasil UAS ku tidak sampai masuk SMA Negeri 1 tapi karena waktu itu ada gempa bumi dan aku tolongin anaknya kepala sekolah SMA Negeri 1, jadinya aku bisa sekolah disana. Kepala sekolah itu bilang 'Sebagai imbalannya kamu minta apa dek....?' Waktu itu aku tampak berpikir berat. Sedikit malu tapi ini kesempatan. 'Aku minta diterima di sekolah Negeri 1,Pak..'
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Don't Talk About Money
  • Mimpi-mimpi Kecil dan Seribu Kemarau
  • my story (Greshanfamily)
  • POSESIF (END)
  • 𝐏𝐄𝐏𝐑𝐎𝐌𝐄𝐍𝐎
  • The Mystery Of Nusa Bangsa School
  • Zean kesayangan Cici dan kakak
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • PUTRI ARABELLE DISELIMUTI AWAN

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo