My Ice Boyfriend

My Ice Boyfriend

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 15, 2020
Sekarang tanggal 3 Agustus 2006. Dan sekarang hari Kamis. Ya benar hari Kamis sesudah hari Rabu. Sebelumnya aku tinggal di desa durian utuh. Desa yang pada hari Selasa sebelum hari Rabu mengalami gempa bumi dahsyat tapi tidak sampai tsunami. Tapi aku saat itu berdoa agar tidak ada tsunami. Kalau ada tsunami nanti Mbak Sri yang punya hutang aku 53.000 gak jadi dibayar. Kalau nggak jadi dibayar aku jadinya enggak bisa beli poster Ariel Peterpan. Aku anaknya dari pak Tukijo si nelayan yang gagal cari ikan paus tapi selalu dapetnya ikan Lemuru. Dan ibuku, IBu Wati tukang jualan cilok di sekolah SD ku. Terlihat miris ya, tapi kalian bayangkan betapa enaknya makan ikan Lemuru setiap hari. Membuat badan sehat dan kuat. Kini waktunya aku perkenalkan diriku sendiri, namaku: Retno Arumaningsih dipanggil Kadita. Nama samaran biar keren hehe soalnya mau masuk SMA negeri. Sebenarnya hasil UAS ku tidak sampai masuk SMA Negeri 1 tapi karena waktu itu ada gempa bumi dan aku tolongin anaknya kepala sekolah SMA Negeri 1, jadinya aku bisa sekolah disana. Kepala sekolah itu bilang 'Sebagai imbalannya kamu minta apa dek....?' Waktu itu aku tampak berpikir berat. Sedikit malu tapi ini kesempatan. 'Aku minta diterima di sekolah Negeri 1,Pak..'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PUTRI ARABELLE DISELIMUTI AWAN
  • Gadis Desa Jadi Milliarder (END)
  • my story (Greshanfamily)
  • I Miss You, Sister
  • Mimpi-mimpi Kecil dan Seribu Kemarau
  • MAHESWARI  (selesai)
  • Posesif Sister Laksani Natio
  • 𝐏𝐄𝐏𝐑𝐎𝐌𝐄𝐍𝐎

Arabell yang masih diselubungi duka merasakan kebimbangan yang luar biasa saat ia kedatangan dua orang tamu yang tak dikenalnya sama sekali mengaku sebagai ayah kandung nya. Arabell terdiam mencerna apa yang dikatakan orang di depannya itu,memperhatikan berkas2 yang dibawa oleh orang tersebut dari buku nikah sampai akta lahir dia sendiri. Satu sisi ia menerima apa yang dikatakan mereka dan disisi lain ia menolak keras,mungkin saja kedua orang di depannya ini berniat jahat. Mereka mengaku sebagai keluarga membawa nya pergi kemudian menjualnya. ia bergidik ngeri memikirkan nasib kedepannya. "Apa kamu tidak mau memeluk adikmu Bima?" Thomas yang tau tatapan Bima menuju pada arabelle bertanya dengan senyuman. "adik!" seru Bima mengalihkan pandangan pada Thomas kemudian berganti lagi pada arabelle. "Adik ku hanya Mikael,adelard dan si curut itu. Aku gak punya adik perempuan dan bunda juga gak pernah melahirkan anak perempuan." Ujar Bima dengan santai. "Jaga bicaramu Bima!" Argani memperingatkan sang putra dengan tatapan yang serius. "kenapa? memang seperti itu kenyataan nya bukan." balas Bima dengan acuh kemudian berbalik meninggalkan meja makan. "Bim...."

More details
WpActionLinkContent Guidelines