Demilaria

Demilaria

  • WpView
    MGA BUMASA 12
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, May 2, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Demilaria itu penyakit. Baru dengar? Sama, sampai sekarang aku juga masih memutar otak. Hanya di cerita ini kamu bisa menemukan penyakit itu. Cari, dan jangan sampai tertular. Bukan, bukan membahas tentang penyakit. Ini cerita tentang si cantik yang polos, entah polos atau bodoh. Matahari pun kerap bertanya.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Penuh Luka (On Going)
  • SAGAKEYLA (TERBIT)
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • ZIVANA(ON GOING)√
  • Let Me Love You Longer
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Escape (Completed)
  • PLOT TWIST
  • Andira [End]
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. β€’β€’β€’ Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow duluπŸ’‹

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman