My Life Journey

My Life Journey

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 3, 2020
Pyar!!! "kau...kau telah membuat putra ku masuk Rumah Sakit!" bentak seorang perempuan paruh baya yang tengah menyeret gelas kaca yang berada di meja dan hampir mengenai wajah anak bungsunya itu "hiks...eomma hikss" isak anak perempuan tersebut dengan tangan yang memeluk kedua kakinya "jangan panggil aku eomma! aku bukan eomma mu!! aku tak sudi mempunyai anak yang penyakitan sepertimu itu!!" bentak perempuan paruh baya itu "hikss...eomma,tolong jangan benci aku. Aku hanya ingin mendapatkan kasih sayang darimu meskipun itu hanya satu kali saja. Bukan,bukan aku yang menyebabkan oppa menjadi seperti itu hikss" Batin Heerin gadis perempuan yang kini tengah terisak penuh kesakitan *** "Hey kau! Apa yang kau lakukan huh! berani beraninya kau menabrak ku dengan minuman murahanmu itu" Bentak seorang pria yang kini berada di depan Heejin "Ma-maaf ak-aku tidak sengaja" Ucap Heejin "yak! enak saja kau meminta maaf dengan segampang itu!" Bentak Hwall anak yang tadi Heejin tabrak tanpa tidak sengaja "Eumh...apa yang harus ku lakukan agar kau memaafkanku?" Tanya Heejin dengan suara yang sedikit bergetar karena takut dengan Hwall setelah mengetahui kalau Hwall itu anak yang populer di sekolahannya dan terkenal badboy itu "Kau harus..."
All Rights Reserved
#671
hwall
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Always Okey
  • AIRIS
  • Because ILY [Completed]
  • ★BABY ZION★
  • KAIREL [END]
  • SAME BUT DIFFERENT (Vkook/taekook)
  • Soal Rasa 2

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines