Kyara Alista

Kyara Alista

  • WpView
    LECTURAS 36
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 15, 2020
Kyara Alista, gadis cantik berumur 17 tahun yang hobinya nolakin cogan demi satu lelaki yang 2 tahun disukainya, tapi ga menyukai dia balik. Jika memang patah hati adalah hal yang harus aku rasakan setiap kali memikirkanmu, aku siap. Karena mencintai adalah sebuah pilihan, dan aku sudah memilihmu.-Kyara Kyara sudah memilih Genta sebagai lelaki yang ia cintai, jadi Kyara harus menanggung semua konsekuensinya, jika ia harus patah hati untuk kesekian kalinya, ia siap. ©Hak cipta by Alfina Restianti
Todos los derechos reservados
#2
2tahun
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Why you Comeback
  • Kakak Kelas [COMPLETED]
  • Ilusi
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • KIARILHAM【END】
  • Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu!
  • •Arta✓[OnGoing]•

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido