AKU BISA MELIHAT MEREKA

AKU BISA MELIHAT MEREKA

  • WpView
    Reads 1,128
  • WpVote
    Votes 260
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2020
Aku mempunyai kelebihan yang mungkin tidak semua orang lain miliki, aku bisa melihat mereka. Sejak umur 11 tahun, disitulah aku dapat merasakan aura negatif ketika aku berada di tempat yang mungkin juga mereka ada. Sempat mengeluh dan tidak mau seperti ini, tapi semua ini adalah takdir yang mungkin harus aku jalani. Kakek dan ibu ku sering kali berpesan agar selalu bisa menguatkan diri dan mempunyai mental yang kuat setelah semuanya benar benar ada, kakek dan ibu juga sama seperti ku. Kadang teman teman di sekitarku tidak percaya apa yang telah aku lihat, dan mereka benar benar tidak peduli dengan apa yang aku katakan. Tapi mereka akan percaya dengan semua yang aku lihat, karena mereka... Kalian pasti tau apa yang membuat teman teman ku percaya akan adanya mereka yang tak kasat mata. Nurul hikmah gunawan.
All Rights Reserved
#11
takkasatmata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • SEARCHING FOR TRUE FRIENDSHIP
  • BADASS(END)
  • TRANSMIGRASI: Kalpasastra
  • Anak Indigo
  • ROSEYANA [✓]
  • Indigo Crystal 1
  • INDIGO
  • The Grey Of SAKARUNA

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines