Story cover for melliflous by lisdakartika05
melliflous
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Mar 15, 2020
"kenapa kakak bohong?"
"aku harus, demi kamu."


Sebuah cerita tentang mereka yang sedang menemukan jati diri namun terhalang oleh egois orangtua yang terpendam dalam diri.
juga tentang kisah seorang gadis bernama amara mahreen aksama, yang terlahir dari keluarga bertopeng harmonis, dan perjuangan ia untuk mencoba mengingat masa lalu nya yang malah membawa ia kedalam masalah kehidupan yang rumit dan perlahan membuat ia mengenang semua masa lalu nya yang kelabu.

ini bukan cerita tentang romantisnya cinderella dan pangeran, bukan cerita tentang cinta pandangan pertama ariel kepada pangeran erick, bukan pula cerita tentang setia nya jack kepada rose, apalagi tentang pengorbanan abadi cinta romeo dan juliet. 

"seseorang bisa mengekspresikan sebuah perasaan lewat sebuah lagu, tapi ketika kita mendengar sebuah lagu perasaan yang kita dapat terkadang berbeda dengan apa yang coba di sampaikan"

ini kisah ku, a and a.☁️
All Rights Reserved
Sign up to add melliflous to your library and receive updates
or
#1melliflous
Content Guidelines
You may also like
EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓ by KimRyeonjin
38 parts Complete
Ephemeral berlaku bagi semesta ciptaan Tuhan. Begitu juga bagi gadis berjiwa indah itu. Dia hanyalah hujan di tengah musim kemarau yang datangnya didamba. Namun, hadirnya kerap dianggap tak ada. Nathalie Abigail Putri Gavriel. "Jen, gue pengen jadi bintang paling terang di atas sana," ucap Natha. "Bintang di atas sana udah banyak, Nath. Lo gak perlu repot-repot buat menjelma jadi bintang disana, karena Lo udah jadi bintang paling terang - ..." ucap Jeno menarik perhatian Natha sehingga gadis itu menoleh ke arahnya. "Di hati gue." "Natha ... gue sayang Lo, Nath. Natha-Nya Jeno. Jeno memang bukan pacar nya Natha, tapi Jeno temen hidupnya Natha." Gadis dengan Sejuta Luka dan Nestapa. Membangun rumah untuk sekelilingnya, meskipun dirinya tak memiliki rumah tempat berkeluh kesah. Dia adalah pemilik kisah Amerta, sedang hadirnya sendiri Lengkara. "Dek!" "Hmmm?" "Gue baru baca artikel. Katanya ada siswi SMA yang sinting karena kebanyakan belajar," tutur Rafa dengan nada dibuat menyeramkan. Natha berdecih mendengar berita omong kosong itu. "Ngarang aja lo, Bang!" "Dih, gak percaya! Beneran lho?" Rafa menekankan nada bicaranya meyakinkan Sang adik. "Y. serah," pasrah Natha menimpali ucapan nyeleneh Rafa. "Jangan gila belajar, Nath ..." tegur Rafa merasa tidak tega melihat Natha belajar dengan giat. Namun, tak pernah diapresiasi. "Kalo gak belajar gue bego. Kalo bego- ... Mama Papa gak perhatian lagi sama gue," sahut si bungsu pula. "Emang kalo Lo pinter Mama Papa perhatian sama Lo?" cetus Rafa dengan spontan. Natha tersenyum miris lantas menutup buku catatan tersebut. "Nggak juga sih, mereka cuma perhatian kalo gue sakit. Apa gue sakit sakitan aja ya, Bang?" Gadis itu kemudian menoleh pada Abangnya dengan senyuman pilu. "Tuh kan! Beneran sinting kan jadinya? Gara-gara kebanyakan belajar nih pasti." Kisah ini milik Nathalie dan Nayanika. Dua sosok dalam satu raga. Satu jiwa dan satu rasa.
You may also like
Slide 1 of 9
Antara Lagu dan Buku cover
A R S E A N A cover
KEPERGIAN SENJA cover
My Brother[Sequel Mianhae My Brother] cover
Keluarga di Ujung Senja cover
TRAUMATIZED🪽(END) cover
BUNGA CINTA DILEMA (BCD) cover
EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓ cover
Journey of Raena (End) cover

Antara Lagu dan Buku

36 parts Complete

Rhea selalu percaya bahwa setiap lagu memiliki cerita, dan setiap buku menyimpan dunia. Dua hal yang selalu menemani hari-harinya, satu lewat lirik dan melodi, satu lagi melalui kata-kata yang membawanya melintasi imajinasi. Namun, ada satu hal yang selalu mengusik pikirannya-sebuah kisah yang belum tuntas, sebuah luka yang tak kunjung sembuh. Seseorang dari masa lalunya telah pergi tanpa jejak, meninggalkan Rhea dengan bekas yang tak bisa hilang. Setiap malam, Rhea menutup matanya dan membiarkan lagu-lagu lama menyelimuti pikirannya, berharap bisa melupakan siapa pun yang pernah mengisi ruang hatinya. Tapi, setiap nada justru mengingatkan pada kenangan yang telah lama terkubur. Buku-buku yang ia baca pun tak bisa mengusir bayang-bayang itu, malah seolah memberi ruang bagi masa lalu untuk kembali menghantuinya. "Antara Lagu dan Buku" adalah perjalanan tentang penerimaan diri, tentang bagaimana kita sering terjebak dalam kenangan masa lalu, dan tentang bagaimana kehidupan sesungguhnya dimulai ketika kita melepaskan diri dari bayang-bayang yang menahan kita.