Malaikat Terindah

Malaikat Terindah

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 22, 2020
Pernah hampir pupus dan tenggelam dalam masa masa sulit ketika kepergiannya. Jatuh bangun dalam mengejar apa yang sempat tembus dalam benakku. "Hentikan, lepaskan, bila kau ingin hidup dan bahagia. Atau kau akan jatuh terbenam dalam kehidupan yang amat teramat pahit." Pikirku dalam hati ketika semua terasa hampir tiada arti. Seketika waktu menyambut dengan cerahnya pagi, ia hadir seraya menerpa segala duri yang tak dapat lagi ku katakan. Sosok seorang pemuda yang tangguh, tampan dan berjiwa melodi dalam puitis. Sungguh tak hanya nama yang memerdukan pendengaranku, suara dan hatinya saja sudah mengguncarkan denut nadi yang hampir lepas kembali bersatu mengangkat seluruh hati yang pupus itu. Pemuda itu bernama Abiyandika Pramuja, seorang pemuda tampan, tangguh dan berwibawa. Semua wanita selalu tertuju padanya ketika ia hadir menyapa indahnya angin yang baru saja berhembus di hadapannya. terdengar olehnya. Sungguh ia benar benar menghanyutkan ku dalam segala hal. Ia hadir di waktu yang benar-benar aku butuhkan, ia adalah sosok malaikat terindah yang pernah aku temukan dalam hidupku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • GibraNesha
  • Ego Cinta
  • PHILOCALIST [On Going]
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • Angel

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines