*kenapa dia datang saat Aku berjuang?aku ragu. Kalau aku tak bisa.
"KENAPA LHO TERUS GANGGU GUA!!!"
ucap laki-laki itu kesal.
ATHALAH RAYN BRAMASTA
laki-laki dengan ketampanan yang tak lagi diragukan,badboi milik SMA Galaksi. Laki-laki yang dihampit oleh 2 wanita berparas cantik. Siapakah yang ia pilih?
"ALANA CUMA MAU MINTA MAAF!" ucapnya dengan nada sendu sambil meremas kuat ujung rok milik nya.
ALANA MICHELLA ZAHIRA
gadis imut,manis,cantik,konyol dan perinang.mempunyai kecenderungan mencintai seorang Athalah. Sabar dalam menghadapi luka hatinya dalam memperjuangkannya. Ia menyembunyikan semua lukanya. Seberapa luas batas sabarnya dalam menghadapi itu semua? Ia takut runtuh begitu saja?
"LHO BELUM PUAS BUAT DIA CELAKA,HAH?" Bentak Athalah.
"Bukan Alana yang buat dia celaka" ia menatap nanar Athalah yang tak percaya padanya.
"TRUS SIAPA?"
"Sebenci itukah Athalah?Athalah sayang banget ya sama dia. Maaf Athalah. Alana dah kecewa in Athalah,ganggu Athalah terus. Athalah tau?Alana tau semua tentang Athalah. Bahkan kebohongan Athalah,Alana percaya. Alana gak tau caranya marah kalau sama Athalah. Ubah sikap Athalah ya! Mungkin Alana Gak benci,tapi Alana takut kalau suatu saat ada yang meninggalkan Kamu karna kecewanya itu." Ucapnya jujur ia lelah berpura2 lagi,ia menunduk,nada yang rendah dan lesu dibibir pucatnya. Ia meringis menahan perih luka di tubuhnya yang jauh lebih parah daripada gadis itu. Darah mulai bercucuran. Kecewa,perih,sesak ,dan sakit kini menjadi campur dan kacau.
Athalah tersentak kaget karna kenyataannya selama ini Alana tau kebenarannya.Lantas mengapa tetap baik,selalu tersenyum hangat kepadanya.
Sejauh inilah Athalah menyeret Alana masuk dalam permainannya,kejam sekali .
Tapi Athalah merasa aneh,Dimana Alana yang konyol,yang selalu memberikan kata2nya untuk berjuang?apakah Alana akan berhenti mencintainya? Apakah Ia terlalu egois?
*INI KISAH KU,NAMPAK SEDERHANA NAMUN RUMIT MENGUASAI DALAMNYA.
-Alurku, Alana-
Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini.
Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya?
* * *
"Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya."
Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini?
* * *
Salam sayang,
Nur Azizah