RAIN
  • WpView
    Reads 5,491
  • WpVote
    Votes 189
  • WpPart
    Parts 93
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2026
"Oyy.. ! Lo manusia apa bukan ?" Teriak seseorang yang tidak jauh dari belakangnya. Dengan cepat, Naiara menghapus air matanya. Seseorang itu pun mendekati Naiara. Ia tidak terlihat seperti dalam kondisi sadar sepenuhnya. "Ooh, ternyata lo manusia." Langsung duduk di samping Naiara. Ia juga melihat langit-langit yang sedang memamerkan keindahannya. "Seseorang pernah bilang.. Semua orang hidup itu pasti ada masalah. Karena ketika kita hidup, maka harus siap menghadapi masalah." Sambung pria itu. Naiara hanya bisa melongo mendengarnya. Meskipun dalam keadaan setengah sadar, tetapi ucapan pria itu ada benarnya. "Lo pacarnya Arvin ?" "Hah ?" Jelas si Naiara bingung. Arvin yang mana, ia sendiri tidak tahu. Mereka belum sempat berkenalan. "Yang tadi pergi sama lo ke sini. Itu namanya Arvin. Arvin Arkananta Mahardika. Masa nama pacar sendiri aja lupa." Ooh, jadi namanya Arvin.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Serambi Doa [REVISI]
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • DRABIA [END]
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • ARTAN
  • MY LOVE STORY
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • SEPARATED BROTHER [END]
  • LOVANIA

Mahyra segera berlari, untungnya ia tak pergi jauh. Ia masuk ke dalam gedung, melewati koridor. Sial, kelasnya berada di lantai tiga. Ia menunggu dengan gelisah di depan lift, sampai lift terbuka ia segera masuk dan menekan tombol nomor 3. Ia panik, waktunya semakin berjalan, Tinnn Bunyi lift terbuka dengan cepat ia keluar, dan berbelok ke arah kanan menuju kelas paling ujung namun naas kembali menimpa dirinya. Ia menabrak sesuatu lebih tepatnya menambrak punggung seseorang yang membuatnya harus terjatuh tertimpa buku yang di bawah oleh orang tersebut. Orang itupun ikut terjatuh. "Shit, heh lo ngapain sih!" Mahyra tak memperdulikan apa yang dikatakan oleh orang tersebut. Ia masih mengusap bokongnya sekaligus kepalanya yang sakit karena terjatuh dan tertimpah buku. Kembali melirik jam, gawat dia terlambat setengah jam. Bisa mampus dirinya jika ketahuan mamanya. Ia berdiri, tanpa mengucapkan apapun, menghiraukan pria yang sudah mengumpat hebat kepadanya. Namun ia tak peduli, ia kembali berjalan dengan cepat sebab tak mampu berlari. "Cewek sinting" pria itu berteriak, pria yang tak bisa menghilangkan kekesalannya, akan memastikan ketika bertemu dengannya kembali, pria itu akan memberikan pelajaran untuknya . . "Semua pasti punya masalah bukan?". Kalau gak ada masalah dan hidup baik-baik saja, maka itu namanya bukan kehidupan. Begitupun hidup Mahyra, bagaimana dihadapkan dengan keluarga, pertemanan, cinta, bahkan sampai dirinya dengan TuhanNya. "Apakah Ia mampu melewati semuanya, atau malah menyerah?".

More details
WpActionLinkContent Guidelines