RAIN
  • WpView
    Reads 5,514
  • WpVote
    Votes 189
  • WpPart
    Parts 93
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2026
"Oyy.. ! Lo manusia apa bukan ?" Teriak seseorang yang tidak jauh dari belakangnya. Dengan cepat, Naiara menghapus air matanya. Seseorang itu pun mendekati Naiara. Ia tidak terlihat seperti dalam kondisi sadar sepenuhnya. "Ooh, ternyata lo manusia." Langsung duduk di samping Naiara. Ia juga melihat langit-langit yang sedang memamerkan keindahannya. "Seseorang pernah bilang.. Semua orang hidup itu pasti ada masalah. Karena ketika kita hidup, maka harus siap menghadapi masalah." Sambung pria itu. Naiara hanya bisa melongo mendengarnya. Meskipun dalam keadaan setengah sadar, tetapi ucapan pria itu ada benarnya. "Lo pacarnya Arvin ?" "Hah ?" Jelas si Naiara bingung. Arvin yang mana, ia sendiri tidak tahu. Mereka belum sempat berkenalan. "Yang tadi pergi sama lo ke sini. Itu namanya Arvin. Arvin Arkananta Mahardika. Masa nama pacar sendiri aja lupa." Ooh, jadi namanya Arvin.
All Rights Reserved
#3
rain
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You Are My Destiny
  • Serambi Doa [REVISI]
  • ARTAN
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • DAVARA
  • Forbidden Love
  • Semu [Completed]
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Be Yours
  • SEPARATED BROTHER [END]

Entah ini memang sudah menjadi nasibnya atau bukan. Pricilla Ester Tan. Gadis yang mengorbankan perasaannya dan merelakan orang yang dicintainya untuk bahagia dengan sahabatnya sendiri. Dia pikir, dia akan bahagia dengan orang yang baru saja disayanginya saat dia masuk SMA. Tapi ternyata dia lagi dan lagi harus mengorbankan perasaanya dan merelakan orang yang baru ia sayangi bahagia dengan sahabatnya. Saat SMP dia menolak cinta pertamanya dengan alasan dia ingin sahabatnya bahagia. Maka dia memohon kepada cinta pertamanya itu untuk memacari sahabatnya sendiri. Tapi dia percaya bahwa apa yang dia perbuat akan berbuah manis. 'Karena gue percaya kalo gue sama lo berjodoh, kita akan di takdirkan bersama.' - Pricilla 'Dan sekarang, gue juga mulai akan percaya sama hal itu.' - Keano

More details
WpActionLinkContent Guidelines