AIRA BULAN PUTRI NUGRAHA [END]

AIRA BULAN PUTRI NUGRAHA [END]

  • WpView
    LECTURES 22,735
  • WpVote
    Votes 7,391
  • WpPart
    Chapitres 52
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., janv. 1, 2021
GENRE : FIKSI REMAJA//HUMOR Hallo diary, Sudah sekian lama aku tidak bercerita denganmu. Kau tahu tidak, bahwa hari ini aku sedang sedih, orang yang aku cintai tak percaya dengan apa yang aku jelaskan kepadanya. Dia meninggalkanku bahkan menjauhiku, dia mengira bahwa akulah yang mencelakakan ibunya padahal itu tentu tidak benar. Bahkan yang lebih menyakitkan, aku melihat Dia tertawa bersama perempuan lain. Sedih? Tentu sangat sedih bagiku Di saat jam istirahat sekolah aku berpapas-papasan di lorong sekolah dengannya, tapi kenapa orang yang aku cintai tidak menyapaku atau tersenyum ke arahku sama sekali? Yang lebih mengejutkan di saat aku melihatnya, dia memegang erat tangan si perempuan yang berada di sampingnya itu. Diary, aku sangat sakit sekali melihat itu. Jika aku punya satu permintaan, aku ingin tulisan ini di baca olehnya maupun orang lain. Tolong jaga orang itu, jangan membuat dia menangis saat aku sudah pergi jauh. Maaf jika aku sudah putus asa, karena aku sudah tidak sanggup lagi. Tidak sanggup dengan ke adaanku saat ini dan juga tidak sanggup melihat orang di sekitarku merasa sedih karena penyakitku 🌚🌚🌚 Wahh penasaran gak sih sama cerita Aira selanjutnya, apakah nanti akan sad ending atau happy ending? Siapa orang yang Aira cintai? Terus maksud Aira apa dengan kata 'penyakit', memangnya Aira punya penyakit ya? Tapi apa? Yuk, yuk, yuk baca cerita pertama Dinda! {BUDAYAKAN FOLLOW AND VOTE} IG :@dindakusningsih
Tous Droits Réservés
#373
semangat
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Paradise
  • Hi DIARA
  • Breathe
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Sebuah Rasa
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Let Me Love You Longer

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu