Keluarga Suci Sang Nabi SAW

Keluarga Suci Sang Nabi SAW

  • WpView
    Membaca 1,407
  • WpVote
    Vote 71
  • WpPart
    Bab 30
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mei 2, 2020
WpInfo
Non-fiksi
Kisah ini dimulai dari sebuah surat yang dikirim Nabi SAW dari Quba, sebuah tempat yang berjarak sekitar lima mil dari kota Yatsrib. Surat itu dibawa oleh Harits bin Auf dari suku al-Laitsi, salah satu klan dari Bani Kinanah, untuk diserahkan kepada Ali bin Abi Thalib. Isi surat itu menjelaskan tentang beberapa hal yang harus dilakukan Ali, yang berkaitan dengan urusan-urusan Nabi SAW dengan penduduk Mekkah yang belum sempat dituntaskan karena mendadak perintah Hijrah turun tepat di malam pengepungan yang direncanakan para pemuka kafir Quraisy untuk membunuh Nabi Muhamad SAW. Ali menggantikan tempat pembaringan Nabi di malam yang mengancam itu, siasat yang sukses mengelabui Khalid bin Walid dan puluhan petarung yang terlibat dalam rencana pembantaian. Bersama Abu Bakar, Nabi SAW bersembunyi di gua Tsur selama hari-hari pengejaran, dan melanjutkan perjalanan dengan berbagai rintangan dan ancaman yang tiada henti. Lalu keadaan menjadi lebih baik ketika Nabi singgah di desa Quba. Nabi tinggal selama lima belas hari, mengirim kurir ke Mekkah dan membangun masjid pertama, sambil menunggu rombongan Ali bin Abi Thalib dan para Fathimah tiba di Quba. Sungguh, perjalanan hijrah ke Yatsrib sangatlah sukar. Tak jarang para Muhajirin harus mempertaruhkan nyawa ketika para pemburu kafir Mekkah berhasil mengejar mereka, sebagaimana yang dialami Ali bin Abi Thalib di tengah padang gurun, tak jauh dari wilayah Dhajnan. Tentu saja, kesulitan ini bukanlah kesulitan yang terakhir. Sejarah mencatat perjalanan panjang Nabi SAW dan keluarga suci beliau, diwarnai duka derita dan air mata yang tak habis-habisnya. Namun air mata, luka, dan ancaman-ancaman kematian, tak menjadikan mereka menyerah kepada ketakutan atau apapun itu yang melemahkan kekuatan iman. Mereka tetap indah di dalam derita dan air mata, menyinari dunia ini dengan cahaya cinta dan kasih sayang abadi. Allahumma shalli ala Muhammad wa aali Muhammad.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#188
ceritaislami
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Salahkah aku mencintai mu
  • Cinta Suci Zahra✓
  • LAKI-LAKI MASJID (END)
  • Dirimu? Cinta Halalku [ADA DI DREAME]
  • Jodoh Terbaik [TERBIT]
  • Masjid Agung Kiai Ma'sum
  • SUJUDKU KARENA CINTA ✓ (Selesai - Lengkap - Terbit)
  • ATLAS Dakwah Nabi Muhammad SAW (Terbit) ✓
  • Cintai Aku Lewat Al-Qur'an
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]

"jika memang aku salah mencintai mu kenapa Allah menaruh rasa ini di hati ku. ku kira kisah ku seperti sayyidina Ali bin Abi Thalib dengan Sayyidah Fatimah,mengagumi dan di kagumi hingga aku memberanikan diri mengungkap kan rasa ini seperti hal nya dengan Sayyidah khadijah ke Rasulullah Saw,namun aku salah beranggapan,ternyata cinta yang ku ungkap kan tidak di terima baik oleh seseorang ku kira kisah cinta ku akan seperti hal nya cinta Sayyidah Khadijah yang di terima langsung oleh Rasulullah saw dan apakah aku salah mencintai mu Gus. "harusnya kamu berkaca sebelum mengungkapkan rasa mu kepada saya,karena kamu hanya orang biasa dan saya anak pemilik pondok jelas jauh antara lagit dan Bumi,Gus dengan Ning,ustadz dengan ustadzah,santri dengan santr wati,kamu hanya orang biasa tidak pantas menaruh rasa kepada saya dan kamu bukan tipe saya,camkan itu Baik baik. deg. sakit,malu itulah yang di rasakan oleh Sava hancur sudah hati seorang wanita yang sudah lama menaruh rasa kagum ke Gus yang sering dia lihat di setiap kajian karena Gus itulah yang selalu mengisi kajian di mana sering di datengin oleh wanita itu dengan ketiga sahabat nya,dari pertama kali melihat Gus itu wanita itupun langsung kagum karena setiap tutur kata dan cara menyampaikan dakwahan nya sangat lembut menurut nya dari situ tumbuh rasa suka,namun sekarang rasa suka itu yang membuatnya terluka. "terimakasih Gus sudah menyadarkan saya saya akan hapus rasa ini dan saya akan pastikan rasa kagum dan cinta ini tidak akan ada lagi. terimakasih atas kejujuran Gus semoga suatu saat Allah pertemukan Gus dengan Ning yang setara nasab nya dengan Gus dan semoga suatu saat nanti Allah mepertemukan saya dengan laki laki yang tidak memandang rendah saya,maaf atas kelancangan saya mengungkap kan rasa kagum dan suka terhadap Gus kalau begitu mari Gus saya pamit, "assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan