Miracle Darkside

Miracle Darkside

  • WpView
    LECTURAS 12
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, mar 27, 2020
WpInfo
No ficción
Dimulai dengan sebuah keajaiban, dan berakhir dengan kegelapan. Tetapi, semua itu bisa berubah! kita mulai dengan kegelapan lalu datang keajaiban. Bukan datang tapi di datangi oleh kita sendiri Di cerita ini mengisahkan seorang keluarga yang harmonis, pasangan muda yang baru saja di berikan seorang putera. Meik namanya! kian hari,bulan,bahkan tahun Meik tumbuh menjadi seorang pria yang Brutal. Hampir setiap hari ia minum 4 atau 5 gelas alkohol. semua itu membuat ayahnya depresi dan akhirnya meninggal dunia. Ayahnya pergi dengan rasa penyesalan "Kenapa aku harus menjadi Ayahmu?"
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Aksara Lingga
  • Reinkarnasi Istri CEO
  • RAKA: Diantara waktu Yang Tak Pernah Memeluk
  • Surat tak berbalas
  • Langit Kelabu Milik Ara
  • Scond Life Fake Nerd
  • Embrace again, Arnan

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido