Cinta kedua untuk Gus

Cinta kedua untuk Gus

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 16, 2020
Pertahankan atau relakan? Entah apa yang harus Zahra lakukan setelah ijab qabul gus pondoknya dengan wanita lain yang lebih segalanya daripada Zahra. Kuatkah Zahra melihat kemesraan mereka setiap harinya?. "Haruskah ku jaga rasa ini setelah ia bersanding dengan yang lain?"~Azzahra khoerunnisa Cinta atau sekedar kekaguman pada seorang gus, tapi zahra yakin hati ini sakit melihat kemesraan mereka. Sepasang pengantin baru yang sedang berbahagia dan menjadi gosip hangat di kalangan santri.
All Rights Reserved
#10
cintakedua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melawan Takdir (Tamat)
  • The ArYan
  • Seindah Senja Kala Hujan
  • Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)
  • Untukmu Imamku
  • Cinta Neng Zulfa
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • Amor (New Version)

Ranking 1 #Penyesalan Ranking 1 #ponpes Ranking 1 #nikahpaksa Kisah seorang gadis berusia 20 tahun yang penuh kejadian kelam bahkan hampir mempertaruhkan nyawanya. Keluarganya sudah tiada. Namun masa lalunya seolah terus mengikutinya kemana pun ia pergi. Disaat ia ingin menenangkan diri di suatu pondok pesantren. Bukannya mendapatkan ketenangan, hidupnya seolah dipermainkan takdir yang tak ada habisnya. Takdir kembali membuka trauma masa lalunya yang justru semakin membuat luka itu semakin melebar. Bahkan pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sama sekali, harus menjadi kisah buruk dalam hidupnya bersama Arshaan Abqary Althaaf. "Sudah puas menghancurkan kehidupan saya? Bahkan di hari menjelang pernikahan saya dengan perempuan yang saya cintai!!" "Kalau begitu ceraikan saja saya Gus!" "Cerai? lalu saya semakin dipandang rendah begitu? padahal semua ini adalah kesalahanmu!" "Lalu apa maumu Gus?!" "Nikmati saja nerakamu itu!" ucapnya meninggalkan Perempuan dengan gamis hitamnya itu. Air matanya tak lagi dapat dibendung. Hatinya terasa sangat sakit dan sesak. Jika pun ia bisa memilih, mungkin kematian akan lebih baik untuknya. Namun akankah ia bisa melawan takdirnya untuk bahagia? Wallahua'lam...

More details
WpActionLinkContent Guidelines