Broken

Broken

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 6, 2020
Bagaimana rasanya jika hidup di keluarga yang broken home? Hidup didalam keluarga broken home yang dirasakan oleh Maudy Marisyah. Ia adalah Seorang gadis dewasa yang tidak memiliki rasa kasih sayang terhadap sang ayah. Ia adalah gadis nakal jika disekolah dan ia adalah seorang gadis sangat pendiam jika dirumah, ia seperti memiliki kepribadian ganda, dikarna ia sangat membenci rumah, rumah bukan lagi tempat ternyaman baginya melainkan tempat yang sangat ia benci.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • Let Me Love You Longer
  • BROKEN CRAZY LOVERRA
  • AFFAIR (Completed)
  • Tanpa Rumah
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Ini Aku, Erlang
  • Strongers Of Broken Home💔
  • Deepest Dissapointed
  • PLOT TWIST

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines