MEREKA_

MEREKA_

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 15, 2021
Meta yang berada di samping rana terkejut setelah ia melihat isi kotak yang dibanting oleh deswita dihadapannya, ia tidak percaya apa yang dikatakan aditya ternyata benar. Iapun langsung berdiri dan memegang tangan deswita dengan erat, ia sungguh-sungguh trauma akan apa yang ia alami dulu dan bahkan baru saat ini ia sadar bahwa pelakunya dekat dengannya, sangat dekat. Sahabatnya. "Ma..a..af...kan...ak..ku" ucap rana terisak "Aku pikir aditya berbohong padaku dan meta tapi apa ini?!" ucap deswita penuh amarah "Semua ini memang salahku, tapi aku melakukan ini karena aku terpaksa" ucap rana menunduk "Terpaksa? Kau hampir saja membunuh orang rana, dan orang itu adalah sahabatmu sendiri!" jawab deswita dengan nada tinggi Iya aku sadar aku salah, lalu apa arti persahabatan kita sekarang? jawab Rana Sahabat? maaf kita telah merasa jauh dari kamu maka sekarang menjauhlah! sahut Meta tak kalah emosi Setelahnya deswita dan meta meninggalkan rana yang menangis dikamarnya. Mereka sangat marah begitu mengetahui kenyataan bahwa teman baiknya tak lain adalah seorang pembunuh. -×-×-×-×- Berawal dari pertemanan yang sangat akrab dan berakhir dengan tragis. Rana harus kehilangan kedua sahabatnya karena perbuatannya. Egois antara satu dan yang lainnya menghancurkan persahabatan mereka yang masih seumur jagung. Baru beberapa minggu kemarin mereka bertiga tidak terpisahkan dan sekarang hanya menyisakan sebuah kenangan yang hanya dapat disimpan pada memori otak ketiga orang tersebut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If we can together
  • RAFA(Rain Rafa)
  • Hujan Yang Kesepian
  • AMERTA : The Last Embrace
  • HALOALKANA
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Diary Anara
  • Lingga [SELESAI]
  • Girlsfriend's best Friend

ruangan itu terasa sunyi hanya ada kegelapan di dalamnya bersama kenangan yang ada. seorang pria terlihat sendirian di atas kasur tak nyamannya, meringkuk sedih sambil menangis. meratapi kisah nya yg terlalu sadis untuk di ingat. kehilangan orang tercinta membuatnya kehilangan kewarasan. ***** "sayang, aku pergi dulu tolong jaga diri baik-baik ya" itu adalah kata terakhir yang terucap dari mulutnya yang ranum. senyuman kecil nya berubah menjadi wajah datar yang desuta belum lihat sebelumnya. tangan yang hangat mencengkeram erat kini melemah dan dingin, tidak ada ada lagi gelak tawa di antara mereka, hanya tangis dan kesedihan yang memenuhi ruangan itu. malam itu dunia terasa seperti runtuh dalam sesaat bagi desuta kehilangan seseorang yang dia cintai sampai saat ini belum dia temukan obatnya. kini tubuh cantik itu akan dipindahkan, para dokter dan staff memastikan bahwa tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan. tubuh mulai diangkat dan ditempatkan di trolly perlahan staff mulai mendorong nya ke kamar jenazah. desuta yg dari awal terlihat tegar dan kuat kini berubah menjadi bayi dewasa yang cengeng ia berteriak dan mulai menangis saat ia melihat trolly di dorong menjauh. beberapa temannya mulai membujuknya utnuk tenang dan ikhlas dan tetap saja tangisan itu memecah keheningan ruangan icu. itulah sedikit sipnosis dari serita ini kalau kalian penasaran bagaiaman kisahnya bisa kalian baca disini................... selamat membaca by lubiks garapan

More details
WpActionLinkContent Guidelines