PENDING ~revisi~

PENDING ~revisi~

  • WpView
    Bacaan 223,948
  • WpVote
    Undian 16
  • WpPart
    Bahagian 1
WpMetadataReadMatangSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Ahd, Jun 26, 2022
WpInfo
Fiksyen
Romantika
Cintya seorang gadis yang memiliki mental illness memilih lari dari masalahnya demi melindungi dirinya sendiri. Namun semua itu tidaklah berjalan sesuai keinginannya. Masalah baru justru menghampirinya dan menghantam psikisnya lebih kuat lagi hingga rasanya ia tak memiliki kekuatan lagi untuk bangkit dan bertahan seakan tak ada pilihan lain baginya selain tenggelam dalam keputusasaan. Cintya menenggelamkan dirinya, membiarkan lembah hitam menelannya. Namun tangan besar Daniel menarik tangannya, berusaha menariknya ke permukaan perlahan. Menggenggamnya untuk tak kembali pada lautan tanpa cahaya itu. Meyakinkannya sebuah akhir yang sempurna. Akankah semuanya berjalan sesuai perkataan Daniel? Berapa banyak yang perlu Cintya bayar untuk mendapat sebuah akhir cerita yang sempurna itu? Sanggupkah ia bertahan hingga waktu itu tiba? Semua bergantung pada pilihan yang Cintya ambil, dan dorongan yang Daniel berikan.
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Rekal Rara [END]
  • GREENSTA [END]
  • ALTEZZA
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • Ragashka [END]
  • DISA | broken
  •  ARGALA

"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi