Restoran Angker Di Mangga Dua

Restoran Angker Di Mangga Dua

  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 30, 2020
Menceritakan seorang Remaja bernama Samuel yang sedang kebingungan membutuhkan pekerjaan.Karena baru di tinggal sang Ayah dia memutuskan untuk menjadi tulang punggung keluarga. Dan pada suatu hari dia di terima untuk bekerja di sebuah restoran,namun sayang nya restoran itu sangat angker. Mampukah Samuel bertahan dengan pekerjaan tersebut atau akankah dia mencari pekerjaan lain. Simak cerita lengkap nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sekolah di Balik Kabut
  • MALAPETAKA ( Tamat )
  • GANG BINGUNG (TAHAP REVISI)
  • Sebening Syahadat
  • Boneka Membawa Bencana
  • Si Incaran Roh
  • ketika aku mengenalmu
  • UJIAN

Livia berdiri di depan pintu gerbang SMA Harapan Baru, menatap bangunan besar yang tampak lebih tua dari yang ia bayangkan. Sekolah ini tidak seperti sekolah-sekolah lain yang pernah ia lihat. Gedungnya tinggi, dengan arsitektur kuno dan cat dinding yang mulai memudar. Di sekitar sekolah, kabut tipis menggantung di udara, memberi kesan bahwa segala sesuatu di sini selalu diliputi misteri. Livia merasa cemas, meskipun ia berusaha menyembunyikannya. Pagi ini adalah hari pertama di sekolah baru setelah keluarganya pindah ke kota ini. Sebagai anak yang sering berpindah-pindah tempat tinggal karena pekerjaan orang tuanya, ia sudah terbiasa dengan kehidupan baru, namun kali ini ada sesuatu yang berbeda. Di dalam dirinya, ada sebuah kekuatan yang tidak bisa dijelaskan, sesuatu yang tidak dimiliki oleh anak-anak seusianya. Sejak kecil, Livia sudah bisa merasakan hal-hal yang tidak bisa dilihat orang lain-suara-suara di malam hari, bayangan yang bergerak tanpa sebab, dan kadang-kadang, ia bisa mendengar bisikan yang membuat hatinya berdebar. Ibunya selalu mengingatkan untuk tidak memberitahukan siapa pun tentang kemampuan ini. Dunia orang biasa, katanya, tidak akan mengerti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines