Hopeless

Hopeless

  • WpView
    Reads 553
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 22, 2022
---Follow sebelum baca--- kalau gak mau sakit hati, jangan menaruh harapan di atas pundak orang lain. ________________________________________ "bibir lo merah banget. mau jadi cabe lo?" "jangan bilang lo lagi puber? ada yang lo suka ya? atau yang suka sama lo?siapa Na? bilang ke gue!" "apasih! gak ada urusannya sama lo" "iya sih, gak ada urusannya sama gue. yaudah lo pacaran aja sana percuma udah kelas 12 juga lo gak akan belajar" "Na, apa gue orang asing bagi lo? " "y-ya lo temen gue" "oh iya, cuma temen"
All Rights Reserved
#401
cakra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It HURTS
  • Guard Your Hearts
  • Disaster In Feelings
  • Mine
  • Rintik Hujan
  • Arsyilazka
  • ALVIVA (END)
  • Bertahan atau pergi
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • Kelas A [End]
It HURTS

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines