We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SELENOPHILE

SELENOPHILE

  • WpView
    Reads 590
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 8, 2021
WpInfo
Fanfic
"Sampai kapanpun dan di manapun itu, gue bakal tetep jadi bulan lo. Lo ada masalah ? Keluar kamar, duduk di balkon, liatin bulan, cerita sama bulan. Gue bakal dengerin dari sini." - Jaja "Aku tau kakak punya privasi sendiri. Jadi, kalau kakak ada masalah, mendingan kakak ibadah, ya ? Nangis waktu sujud rasanya lega banget kak. Jangan cerita ke manusia yang kakak nggak percaya. Jangan bergantung sama manusia juga kak, nggak ada guna nya." - Ney _______________ Start : 4 Agustus 2021 End : - _______________ Segala sesuatu yang saya tulis merupakan hasil murni dari kerja keras halu saya setiap malam. Terinspirasi oke, plagiat jangan. -nailaputrinw-
All Rights Reserved
#179
basket
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • Bukan Sekadar Halu [SUDAH TERBIT]
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Diam Tak Bisu (END)
  • REVANIA ( END )
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Neyralgis||On Going
  • about us and him ✔️
  • PENA ASMARA | TAMAT✅

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines