only you

only you

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 18, 2020
follow sebelum baca Bulan Putri Kanza remaja 17 tahun yang diam diam mencitai laki laki yang bernama Agam Rahman Attar selama 1 tahun dan gak ada yang tahu walaupun temannya. Agam Rahman Attar adalah anak Band di SMA Tunas Bangsa yang memiliki sifat cuek dan pastinya ganteng, dia bukan most wanted tapi banyak perempuan yang suka sama Agam apalagi kalau lagi main gitar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dari Meja Sebelah
  • Kirana's Life [ʟᴇɴɢᴋᴀᴘ]
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • Annam Al Abbiyan
  • Maukah kau Menunggu ku?
  • Lover Or Twins
  • Cinta Tak Harus Memiliki
  • Sahabatku ternyata Jodohku
  • My Boyfriend [COMPLETED]

Eja, seorang siswa pendiam, baru saja pindah ke SMAN 115. Hari pertamanya di sekolah baru terasa kikuk, sampai ia dikenalkan duduk sebangku dengan seorang cewek ceria bernama Nisa. Sejak hari itu, hidup Eja tak lagi sepi. Mereka cepat akrab-sering ngobrol, saling lempar candaan, dan jadi duo yang tak terpisahkan di kelas 10-2. Namun, segalanya mulai berubah saat Nisa naksir seorang cowok populer bernama Malik dari kelas sebelah. Eja, yang saat itu belum sadar perasaannya sendiri, malah jadi 'wingman' Nisa-membantu nyusun strategi, bikin surat, sampai jadi penyampai pesan. Sayangnya, sebelum Nisa sempat nembak, Malik sudah jadian duluan dengan Vana, cewek cantik dari kelasnya. Nisa patah hati, dan di situlah Eja jadi sandaran. Ia nggak hanya mendengar curhatan galau Nisa, tapi juga jadi satu-satunya orang yang bikin Nisa tetap senyum di tengah kecewanya. Karena pengaruh suasana dan rasa ingin move on, Nisa memutuskan keluar dari ekskul gambar dan pindah ke ekskul musik-eksul yang juga diikuti Eja. Di ruang musik itulah semuanya mulai berubah. Nisa dan Eja sering disuruh duet, dan tiap kali suara mereka berpadu, hati mereka juga ikut terhubung perlahan. Dari yang awalnya hanya sebatas teman sebangku, tawa dan lagu-lagu yang mereka nyanyikan mulai menumbuhkan rasa yang lebih dalam. Tanpa mereka sadari, melodi-melodi yang mereka ciptakan bersama, diam-diam menjadi bahasa cinta yang tak mereka ucapkan-setidaknya belum, sampai waktunya tiba.

More details
WpActionLinkContent Guidelines