Malam Itu Ndalu

Malam Itu Ndalu

  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 15, 2020
Berisi kumpulan Puisi dengan tema garis besarnya yakni cinta. Kecintaan saya terhadap makhluk di bumi. Kepada Sang Pencipta saya harus banyak mengucapkan syukur atas segalanya : perasaan yang tumbuh karena memiliki hati. Oleh karena sudah tidak ada ruang untuk tempat saya menyimpan kenangan, saya minta maaf kepada mantan pacar, cerita kita saya ada-kan bukan dalam bentuk perasaan melainkan lembaran-lembaran yang bila mana hilang maka cerita kita juga ikut hilang. Kpd. YTH diri sendiri selamat menunaikan kewajiban. Meneruskan perjalanan dengan berjalan.
All Rights Reserved
#747
prosa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadows of Love
  • Barisan Penyesalan
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • JINGGA
  • Our Journey To Love
  • NO Khalwat UNTIL Akad (Halal Bersamamu)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • [3] My Wife Stella

Ketika kalian mendengar kata "pernikahan", apa yang terlintas dalam benak kalian? Kehidupan yang penuh cinta? Dua insan yang menyatu dalam harmoni? Atau barangkali, cinta sejati yang abadi? Namun, bagaimana jika kenyataannya berbeda? "Mari kita bercerai." Suara itu terdengar tegas, namun ada jejak kelelahan di dalamnya. "Bercerai?" Tanya itu meluncur, disertai kebingungan yang terpancar dari matanya. "Ya. Sudah cukup. Empat tahun kita hidup dalam kebersamaan yang terasa begitu asing." "Tidak." Jawaban itu datang dengan ketegasan yang tak terduga. "Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku?" Tanya itu nyaris seperti sebuah tantangan, dilontarkan dengan nada frustrasi. "Aku hanya pengantin pengganti... Kau tahu itu sejak awal. Tidak ada cinta, hanya kewajiban." Matanya bergetar, mencoba menahan emosi yang hampir tumpah. Pria itu menatapnya tajam, bibirnya menipis seolah sedang menahan sesuatu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines