Lintang Bumi

Lintang Bumi

  • WpView
    LECTURAS 301
  • WpVote
    Votos 42
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 19, 2021
Jika kamu lenyap maka aku akan tersesat, jika aku hilang maka kamu tak akan pernah ada. Kamu adalah bagianku, kamu yang membutuhkanku maka aku tercipta untukmu. Lintang Adriana tak menyangka jika garis hidupnya akan dimulai mendebarkan semenjak ia ditempatkan di jurusan IPA. Tradisi sekolah yang konyol itu memaksanya untuk satu meja dengan Bumi Amerta Brahmadja yang miskin bicara namun suka seenaknya. Sesungguhnya takdir apa yang menunggu mereka di depan sana?
Todos los derechos reservados
#48
posesive
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • I Want Your Lips
  • Neroin [KARYAKARSA]
  •  My Lovely Ice Prince (Completed)
  • Cinderrena [KARYAKARSA]
  • (TERSEDIA DI INNOVEL/DREAME] G E V A N C I A || END ✔
  • A-String [TERBIT]
  • AZGLAIR
  • secret AMIRA (END)

"Aku wanita tercantik di kampus ini, kau tidak percaya? Itu karena kau tak pernah melihatku. Jika kau pria, aku yakin kau akan melupakan harga dirimu demi mengejarku. Dan jika kau wanita, kau pasti kewalahan memaksakan diri untuk jadi sepertiku. Tidak apa, aku tidak marah tentang hal itu. Karena apa? Karena tak akan ada yang bisa menandingiku." - Calista. "Dia itu seperti kaktus. Indah namun berduri. Semakin ingin digenggam, semakin menusuk. Tapi, tak ada yang tahu bahwa didalam kaktus ada bagian yang lunak dan lembut. Sudah 8 tahun kurawat kaktusku dan takkan kubiarkan ada yang menyentuh durinya. Dia, kaktus nakalku." - Jo. "Harusnya saat itu aku tak menatapmu. Kau membuatku tidak nyaman. Pergilah, dan jangan buat jantungku berpacu tidak jelas seperti ini. Kau sangat mengganggu." - Arsel. "Sampai saat ini, dia tak mengenalku dan menyadari keberadaanku. Bodohku karena tak menampakan diri. Tidak apa, biar rasa ini kunikmati sendiri. Kau nikmati saja cintamu. Aku takkan pergi." - Rin.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido