SEMESTA {END}

SEMESTA {END}

  • WpView
    LETTURE 741
  • WpVote
    Voti 128
  • WpPart
    Parti 41
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, mag 23, 2020
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
"Mau kemana lo?" Tangan Nugrah masih menggenggam pergelangan Bulan. "Gue mau ke belakang,pengen duduk sama Bintang" jawab Bulan seraya pandangannya masih tertuju pada Bintang. "Ngapain ke sana?bukannya lo duduk sama gue?" Tangan Nugrah masih bertengger di pergelangan tangan Bulan. "Ngapain bokap gue bayar mahal-mahal cuma untuk ngeliatin lo main handphone doang?" Kini Bulan sudah duduk kembali di sebelah Nugrah. "Ya lo tinggal main handphone aja sama kaya gue si,apa susah nya?" Bulan menatap dalam manik Nugrah. "Gue.gak.mau" jawab Bulan selalu di sertai penekanan dalam setiap kata nya. "Yaudah lo di sini sama gue,gue gak bakal megang handphone kalo mau lo kantongin handphone gue di saku lo" Bulan sedikit membuka mulutnya karena tidak percaya bahwa Nugrah seperti ini hanya karena ingin duduk bersama Bulan?ini Mustahil. Maaf kalo masih kaku,aku juga baru belajar...
Tutti i diritti riservati
#18
anugrah
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • Not A Perfect Husband ✔
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Ily3000 [COMPLETED🦋]
  • " BYE "
  • Aksara Lingga
  • Silent, Please! (Re-up)

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti