Story cover for SEMESTA {END}  by Nramukhbta
SEMESTA {END}
  • WpView
    Reads 717
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 41
  • WpView
    Reads 717
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 41
Ongoing, First published Mar 18, 2020
"Mau kemana lo?" Tangan Nugrah masih menggenggam pergelangan Bulan.

"Gue mau ke belakang,pengen duduk sama Bintang" jawab Bulan seraya pandangannya masih tertuju pada Bintang.

"Ngapain ke sana?bukannya lo duduk sama gue?" Tangan Nugrah masih bertengger di pergelangan tangan Bulan.

"Ngapain bokap gue bayar mahal-mahal cuma untuk ngeliatin lo main handphone doang?" Kini Bulan sudah duduk kembali di sebelah Nugrah.

"Ya lo tinggal main handphone aja sama kaya gue si,apa susah nya?" Bulan menatap dalam manik Nugrah.

"Gue.gak.mau" jawab Bulan selalu di sertai penekanan dalam setiap kata nya.

"Yaudah lo di sini sama gue,gue gak bakal megang handphone kalo mau lo kantongin handphone gue di saku lo" Bulan sedikit membuka mulutnya karena tidak percaya bahwa Nugrah seperti ini hanya karena ingin duduk bersama Bulan?ini Mustahil.

Maaf kalo masih kaku,aku juga baru belajar...
All Rights Reserved
Sign up to add SEMESTA {END} to your library and receive updates
or
#12anugrah
Content Guidelines
You may also like
Aksara Lingga by Larisakuma08
59 parts Complete
"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.
You may also like
Slide 1 of 10
langit biru  cover
TAKDIR ALYA(Slow Up) cover
Mentari Tanpa Sinar cover
Silent, Please! (Re-up) cover
Bos Galak (ON GOING)  cover
SELENOPHILE cover
Aksara Lingga cover
Pelangi untuk Hujan(on going)  cover
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
" BYE " cover

langit biru

5 parts Complete

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, siap tidak siap kita harus siap. Jalan takdir yang berbeda mengantarkan mereka pada sebuah pertemuan, dua insan yang tak saling kenal itu bertemu untuk yang pertama kalinya. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun hingga seterusnya sampai benih benih cinta diantara mereka bertemu. "Lang kalau aku jadi bulan kamu jadi apa?" "Hmm akuuuu... Aku langit nya." "Kok langit sih kan masih ada yang lain bintang atau senja gitu." "Kamu pernah liat langit ninggalin bulan?" Perempuan itu menggeleng. "Pernah liat langit ninggalin bintang?" "Nggak pernah langit" ucapnya masih sedikit bingung. "Jadi kamu ngerti kan kenapa aku mau jadi langit?" Langit menatap lekat wajah perempuan di depanya. "Jadi kamu nggak bakalan ninggalin aku kan?" "Sesuai nama aku ( langit) aku nggak akan pernah ninggalin kamu". Langit mencuim kening keyra, memberikan pelukan yang hangat kepada gadis itu. *jangan takut akan sebuah perpisahan, karena sejatinya perpisahan adalah bagian dari pertemuan* (Gimana jalan cerita cinta keyra dan langit? Mau tau akhirnya. Baca dulu awalnya 😀)