Adolescent
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 22, 2024
"Lo jangan nyakitin diri sendir lagi, Lun. Sekarang lo ada gue, gue ga akan biarin luka sedikitpun ada di tubuh lo," ucap cowok itu. Tangannya merampas kasar sebuah benda yang siap memberikan luka baru di tubuh Luna. Luna dulu mengkhayal, masa remajanya akan diisi dengan hal indah. Hingga kejadian demi kejadian terasa mencekiknya. Berusaha meyakinkan diri sendiri, bahwa ia bukan penyebab kehancuran itu. Walau ia tau, dialah biang masalahnya. Menyebabkan luka bagi banyak orang. Membuat orang terdekatnya pergi satu persatu. Pun ingatan-ingatan itu membuatnya nyaris gila, terus merasa bersalah dan tak bisa tidur dengan tenang ketika ingatan itu terus merasuki otaknya.
All Rights Reserved
#134
watty2020
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • A L U N A [END]
  • SENJA (Revisi 2023)
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • Surat Dari Isi Hati Arluna (End)
  • ILUNGA √
  • Langit Dara [End]
  • <3 Sepanjang Hidup <3
  • DIA (Completed)

Ketika kau terlahir dan menemukan dirimu sangat-sangat dibenci oleh keluargamu sendiri. Kau pasti akan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa aku dibenci? Kesalahan apa yang telah kuperbuat hingga mereka membenciku? Gadis dengan bola mata birunya itu ternyata tidak terlahir dengan takdir yang bagus. Ia harus bersabar menghadapi semua lelucon takdir hingga menunggu kapan semua ini berakhir. Hanya itu yang bisa ia lakukan 'Menunggu yang namanya indah pada waktunya' Namun tak ayal semua yang ia tunggu tak pernah kunjung memberikannya sepercik harapan. Hanya ada sebuah kekosongan yang semakin lama terus melebar. Membuat dirinya hanya diam di jurang yang sama, hingga membiarkan jurang itu semakin lama semakin mendalam. Membuat dirinya terjabak, kembali lagi menunggu sepercik harapan untuk mengeluarkannya Tetap tersenyum walaupun lukanya kian bertambah. Tak suka jika harus orang terkasihnya mengetahui masalahnya. Walaupun gadis itu sadar bahwa masalah ada untuk diselesaikan Bersama, namun dikasusnya Ia hanya ingin menyelesaikannya seorang diri Bagaimanapun juga ia lebih memilih menjadi sebuah lilin yang membakar habis dirinya untuk kebahagian orang lain. Dari pada harus menjadi kobaran api yang merusak semuanya Thanks for reading guys Kalau penasaran yuk baca ceritanya. Jangan lupa like and comment. Byee

More details
WpActionLinkContent Guidelines