SAD Girl

SAD Girl

  • WpView
    Membaca 826
  • WpVote
    Vote 140
  • WpPart
    Bab 14
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 7, 2020
Arjun mengejar Anjali yang sadari tadi terus berlari, ia menarik lengan Anjali. "Apalagi Arjun!" Nafas Anjali memburu, ia sudah menghindar dua bulan belakangan ini. Tapi Arjun justru datang disaat waktu yang tidak tepat! tanpa rasa bersalah sekalipun?! "Aku mencintaimu!" Kini Arjun memegang bahu Anjali, tapi gadis itu menepisnya kasar. "Kenapa menghilang?" Tanya Arjun, kali ini emosi Anjali benar-benar diatas ubun-ubun. Seharusnya ia menampar Arjun Sadari tadi, laki-laki yang tak tahu diri! Sudah membuang malah ingin memungutnya! Bodoh sekali kau Arjun "Kalian sedang apa?" Tanya seseorang disana. Deg, Anjali mendengar suara familiar itu. Seseorang yang mampu membangkitkan semangatnya yang kian hilang hanya karena seorang Arjun! Happy reading;>
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#67
akuntansi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ayah yang Menginginkanku 18+
  • Love Sick
  • USAI? (On Going)
  • Aksara Cinta || ON GOING
  • ice bear kesayangan
  • Let Me Be Your Man (Tamat)
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • SERENDIPITY : a Fact
  • ANGGI MAHARANI
  • ADIKARA ELUSIF (END)

keheningan terasa menyelimuti. Tangan Bram terulur, menyelipkan helaian rambut yang jatuh di wajah Aluna. Sentuhan itu sekilas terlihat wajar, sampai jemari bram berhenti di pipinya. mengusap pelan dengan ibu jari. Jantung Aluna berdegup tak karuan. "Ayah?" suaranya terdengar seperti berbisik, bingung dengan tatapan yang sedang menghujamnya. Bram tak menjawab, nafasnya terdengar dekat di telinganya Aluna, membuat desir dingin di tengkuknya. "sampai kapan kamu mau menghindar, Aluna?" Aluna membeku, tak mengerti. Bram mendekat, mengurangi jarak yang seharusnya tak ada di antara mereka. "Ayah selalu menginginkanmu, Aluna..." sebuah bisikan yang begitu salah, terucap dengan penuh kepastian. - -Jangan lupa vote dan komen. - Adegan dewasa di beberapa bab yang ditandai (***)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan