PAIN
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 15, 2020
Bagaimana menurut kalian bila mencintai dua orang sekaligus? hal itu terjadi pada Aira Kharisma Adilah, merasa dirinya tidak pantas untuk bersanding dengan siapapun menjadikan Aira tidak pernah mengijinkan lelaki manapun untuk masuk ke kehidupannya maupun hatinya. Tetapi raka dan arga mampu menerobos dinding itu, Aira bingung dengan hatinya sendiri ia tidak dapat memilih salah satu dari mereka. Antara yang benar benar cinta dan hanya suka menurut seseorang dua hal itu tentu berbeda Aira kabingungan dan tidak bisa memilih. Akankah Aira memilih Arga ataukah Raka? Entahlah ikutin perkembangan ceritanya ya
All Rights Reserved
#10
bf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • AREANO
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Antara cinta dan kenyataan
  • Naura & Lukanya
  • Let Me Love You Longer
  • To Heal
  • Perayaan mati rasa

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines