The Employees

The Employees

  • WpView
    Membaca 391
  • WpVote
    Vote 143
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mei 29, 2020
"Ya, perkenalkan. Ini Putri saya, mulai sekarang dia yang akan menjalankan cafe ini. Semoga kalian bisa bekerja sama dengannya dengan baik," ucap si Bos dengan senyum lebar Ke-sepuluh karyawan itu langasung saling bertatap muka dengan karyawan lain. Bagaimana bisa seorang anak kelas 11 SMA dapat menjalankan bisnis yang bisa dibilang cukup terkenal di kotanya? Apakah ke-sepuluh karyawan itu setuju dengan keputusan mendadak yang dibuat oleh atasan mereka? Lanjut ke "The Employees" ☕ Slow Update. Tapi pasti Up kok :) ☕ Mohon jangan di Copas cerita saya. ☕ Happy reading! Wish u all like it :) Up setiap SABTU mohon ditunggu :)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#100
coffeeshop
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Coffee Crush
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • undercover boss (unexpected love)
  • PAPA UNTUK RHEA: Ethereal Legacy
  • Love In A Coffee Shop [Bisa Baca Di Karyakarsa]
  • Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • Ruang Biru [ON GOING]
  • I Can't See You
  • From Rich to Real (gen 12,13)
  • Beloved CEO : CEO Tercinta

The Coffee Crush Di hari Kavya's Cafe membuka pintunya untuk pertama kali, Falisha Lyria tak pernah menyangka bahwa satu langkah kecilnya masuk ke dalam ruangan itu akan mengubah arah hidupnya. Ia hanya berniat singgah. Memesan kopi. Lalu pulang seperti biasa. Namun ia bertemu Aksananda Kavizra---pemilik kafe dengan cara bicara yang tenang dan keyakinan yang terasa terlalu meyakinkan untuk sekadar kebetulan. Sejak awal, Aksa tak pernah terdengar ragu. Ia berbicara tentang masa depan dengan seolah-olah Falisha sudah ada di dalamnya. Dan bagi seseorang yang tak pernah benar-benar dipilih sebelumnya, kepastian itu terasa seperti rumah. Kedekatan mereka tumbuh tanpa drama. Tanpa tarik-ulur yang melelahkan. Hanya dua orang yang merasa cocok, merasa yakin, merasa seolah semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Namun semakin hari, Falisha mulai menyadari bahwa ada bagian dari cerita Aksa yang tak pernah benar-benar ia dengar. Bukan karena disembunyikan, hanya ... tak pernah diceritakan. Dan dalam setiap hubungan yang terlihat tenang, selalu ada satu hal yang tak kasatmata. Falisha percaya ia adalah awal yang baru. Tapi bagaimana jika ia sebenarnya hanya kelanjutan dari sesuatu yang belum selesai? Atau mungkin, sejak awal ... ia memang tak pernah sendirian dalam cerita itu?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan