Kisahku Yang Tak Pernah Tuntas

Kisahku Yang Tak Pernah Tuntas

  • WpView
    LECTURAS 350
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, abr 2, 2020
"Pada akhirnya aku memilih untuk sendiri, dan semuanya hanya bertamu lalu pergi". akhir dari kisahku yang tak pernah tuntas, kembali menjalani hari-hari sepi dan sendiri. Kebahagiaan tidak hanya di dapat dari hati orang lain seperti menjalin hububgan, tapi kebahagiaan bisa kita dapatkan dari diri kita sendiri. Karna hati bukan tempat yang tepat untuk menguji rasa sakit atau bahagia. Itu hanya akan melukai orang-orang disekitarmu jika kau tak pernah serius untuk menjalani itu. Sendiri bukanlah akhir yang menyedihkan tetapi menjadi hal baik bagiku, dimana aku bebas bertemu dengan siapa saja, mengobrol dengan siapapun dan berteman dengan banyak orang tanpa melibatkan perasaan. "Mungkin di lain kesempatan aku bisa memulai kembali"
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kamu [SELESAI]✔
  • You're Here, But Not For Me
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • ANGAN
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Remaja
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • is it normal

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido