Story cover for Stereotypes [MCND] by helenasmt
Stereotypes [MCND]
  • WpView
    Reads 247
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 247
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Mar 19, 2020
Jangankan memikirkan masa depan, menikmati masa SMA di sekolah sudah merupakan suatu beban. Ada kala kami merasa lelah dan berlari dari kewajiban kami, yaitu belajar.

Kami ingin melarikan diri, menemukan diri kami menjadi sosok anak kecil yang baru di lahirkan kembali. Ingin menikmati kembali masa dimana yang kami pikirkan hanyalah bermain.

Karena tau keinginan itu tak akan pernah terwujud, kami memutuskan mengabaikan banyak hal dan menganggap semua baik-baik saja. Berdiri tegap meski direngkuh banyak beban yang silih berganti menghampiri.

Kami hanyalah sekelompok remaja yang ingin bebas, menghirup udara sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan hari esok. Semua akan baik-baik saja, dan jikalau menjadi lalai adalah jawaban, kami tak segan melakukannya setiap saat. 

Asalkan kami bersama, semua akan baik-baik saja.


I don't wanna live with my determined appearance
-Streotypes, MCND


©april2k20
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Stereotypes [MCND] to your library and receive updates
or
#88win
Content Guidelines
You may also like
HOW THE YEAR ENDS by issuedisse
7 parts Ongoing
‼️LOKAL FAN FICTION‼️ ㅡ [antara tanah sunda universe; phase 1] - on revision "Gimana kalau waktu itu si El enggak inisiatif bantuin lu sikat toilet gara-gara atribut gak lengkap, ya?" "Ya tetep temenan sih." "Kenapa?" "Sesuatu dipertemukan Tuhan buat jadi sebuah cerita, Ren!" "Alahh pujanggaaa!" "HAHAHAHAHAH!!!" Jiwa mereka bebas, impian mereka sangatlah luas. Rasa takut? Mereka hampir tidak memilikinya. Bertemu karena sebuah kesalahan di masa MPLS tingkat SMA, empat sekawan ini menapakkan langkahnya seiringan di atas tanah pasundan dengan mengangkut harapan sebesar gunung Tangkuban Perahu. Akan menghabiskan tiga tahun sisa masa remajanya di SMA Pramudikta, keempat lelaki ini ternyata mulai terkekang, mulai terjatuh dan saling terjauh, serta mulai memiliki rasa takut yang sangat banyak ketika angka dua belas bet seragam di jahit dengan rapi. Akankah mereka kembali menjadi para pemimpi bebas? Akankah mereka bangkit dan kembali saling merakit? Akankah rasa takut mereka hilang tanpa menciptakan bekas? ㅡ Genre: Slice of Life, Comedy, Drama, School life, Friendship, Family, Semi-politic, Coming of Age Written by: @issuedisse Starring: Hyunjin, Renjun, Hayoonbin (VIIN), Chenle p.s: latar dan nama lokal, ceritanya agak uncomfortable but comfortable at the same time (buat beberapa part) everything that happened inside this story are 100% fiction, 100% not related to RL eventhought some places are exist in RL but once again it doesn't related to the real world yaaa dear🫶🏻
Perihal Sandwich(End) by dimsumentai
40 parts Complete
Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋
You may also like
Slide 1 of 7
HOW THE YEAR ENDS cover
Perihal Sandwich(End) cover
GAK PEKA🥀⛔ IMAGINE HWANG HYUNJIN X YOU⛔✅COMPLETED✔️ cover
30 Days with MCND | Edisi Ramadhan ✔️ cover
MY BROTHER NCT cover
Rumpi Lur | 02 Line cover
[✓]D A R K - NCT x SKZ | 00Line cover

HOW THE YEAR ENDS

7 parts Ongoing

‼️LOKAL FAN FICTION‼️ ㅡ [antara tanah sunda universe; phase 1] - on revision "Gimana kalau waktu itu si El enggak inisiatif bantuin lu sikat toilet gara-gara atribut gak lengkap, ya?" "Ya tetep temenan sih." "Kenapa?" "Sesuatu dipertemukan Tuhan buat jadi sebuah cerita, Ren!" "Alahh pujanggaaa!" "HAHAHAHAHAH!!!" Jiwa mereka bebas, impian mereka sangatlah luas. Rasa takut? Mereka hampir tidak memilikinya. Bertemu karena sebuah kesalahan di masa MPLS tingkat SMA, empat sekawan ini menapakkan langkahnya seiringan di atas tanah pasundan dengan mengangkut harapan sebesar gunung Tangkuban Perahu. Akan menghabiskan tiga tahun sisa masa remajanya di SMA Pramudikta, keempat lelaki ini ternyata mulai terkekang, mulai terjatuh dan saling terjauh, serta mulai memiliki rasa takut yang sangat banyak ketika angka dua belas bet seragam di jahit dengan rapi. Akankah mereka kembali menjadi para pemimpi bebas? Akankah mereka bangkit dan kembali saling merakit? Akankah rasa takut mereka hilang tanpa menciptakan bekas? ㅡ Genre: Slice of Life, Comedy, Drama, School life, Friendship, Family, Semi-politic, Coming of Age Written by: @issuedisse Starring: Hyunjin, Renjun, Hayoonbin (VIIN), Chenle p.s: latar dan nama lokal, ceritanya agak uncomfortable but comfortable at the same time (buat beberapa part) everything that happened inside this story are 100% fiction, 100% not related to RL eventhought some places are exist in RL but once again it doesn't related to the real world yaaa dear🫶🏻