We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tafsiran Kelabu

Tafsiran Kelabu

  • WpView
    Reads 694
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jan 20, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Engkau sekiranya perlu mengenali, bahwa keberadaanku sekarang. Hanyalah bagian dari tafsiran kemungkinan, yang hanya menghidupi tumpukan pembebasan dari penghabisan mimpi, sedikit darinya aku pun lebih terkesan aneh. Dari yang lain pada umumnya, bahkan pribadi yang pasif ini. Sangat suka menghindari keramaian, bagiku momen seperti itu, serupa bayangan dari kekosongan yang hanya mengapung di luar ingatan saja. Dan dengan mudahnya dimusiumkan oleh jejak waktu secara sia-sia, entahlah mungkin Aku telah jatuh hati pada situasi saat ini. Yang sudah kesekian tahun aku miliki, sedikit unik bukan. Kadang saya sendiri pun sering disapa dengan sebutan zarwan, asli bandung. Belum menikah, masih single dan gak berani pacaran tentunya, karena alergi dengan asmara. Coba bayangin aneh pastinya tapi bukan berarti diri gak normal ( silakan dicoba meskipun agak rumit sih jadinya) tapi bukankah perihal rumit adalah sebuah tantangan yang ideal..?? Emm baiklah lupakan saja, kali ini aku akan kembali dan sedikit berbisik pada kediaman angin yang entah kenapa,? rumit untuk dijangkau mata, sedikit dapat dirasa tetapi berusaha hilang dari pandangan. Tapi aku suka sesuatu hal yang misterius, seperti angin sendiri. Ya ini terus saja berlalu, dan beberapa pekan terakhir, aku tidak lagi menemukanmu, entah aku yang mulai dungu atau memang aku tidak bisa kehilangan jejakmu dimusim ini, aku rasa ini seperti teka teki dari sapuan kelabu yang hendak mengelabui perasaan seputar dirimu, Sudahlah ini sudah cukup jauh aku biarkan menghening sendiri, sehingga dengan mudah menggenangi titik rasa yang sepertinya mulai sia-sia jika terus menerus aku sematkan darimu. Rasanya aku mulai lelah, jika terus-terusan mengulanginya untuk yang kesekian kalinya. Mungkin Aku butuh menghindar juga agar tidak terlalu lama bersekutu dengan kedinginan seorang diri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Grey Of SAKARUNA
  • LOVE, LUST, & LIFE DEMANDS - A Wattpad Romance by DIAN NITA S.
  • [End] Ending Moment
  • LUNA2
  • Almost (COMPLETE)
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Next Day
  • All The Small Thing
  • ALVIN (On Going)
  • OBSD 🔞 [END]

Entah siapa yang bisa benar-benar menebak apa yang ada di pikirannya? Kadang, aku merasa kami sedekat nadi-tak terpisahkan oleh ruang atau waktu. Namun, di lain waktu, rasanya seperti tak pernah ada apa-apa di antara kami. Dia melenggang ke sana kemari, seolah aku tak lebih dari bayang-bayang yang tak terlihat. Tapi anehnya, di saat tertentu, dia menggeliat di sisiku, seperti tak akan bisa bertahan hidup tanpa kehadiranku. Hingga kini, aku masih tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya. Keluh kesahnya, tawa kecilnya, dan tingkah manjanya yang dulu terasa akrab kini hilang begitu saja, bagai debu yang diterbangkan angin. Dua belas tahun kebersamaan kami, mengapa rasanya bisa terhapus hanya dalam tiga tahun? Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa segalanya memang memiliki waktunya masing-masing. Bahwa perubahan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Ini bukan masalah besar," gumamku berkali-kali. Namun, hati kecilku tak pernah benar-benar berhenti bertanya, mengapa? Hal yang paling membuatku kesal adalah kebiasaannya yang kini berubah menjadi teka-teki. Dia datang kepadaku, tapi hanya ketika dia butuh. Saat lapar menghampirinya, saat kesedihan melingkupinya, atau ketika kebosanan menjeratnya. Dia akan muncul tiba-tiba, menghancurkan keteraturanku, mengacak-acak ketenanganku, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. Maksudnya apa? Aku benci dibuat bingung seperti ini. Aku benci bagaimana dia membuatku merasa diperlukan, hanya untuk kemudian membuatku merasa tak berarti. Namun di balik semua rasa kesalku, aku tak bisa mengingkari satu hal: aku tetap menunggunya. Dia adalah Saka, sebuah misteri yang tak pernah bisa kuselesaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines