Late
  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2020
Kami adalah sahabat yang terjebak dengan perasaan sendiri. Banyak yang bilang pertemanan dengan terdiri perempuan dan laki-laki itu tidak ada yang murni pasti ada campur tangan perasaan. Tetapi bagaimana jika kita menyadari perasaan itu telat?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Taken Slowly
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Mencintai Sahabat Dadakan Ku
  • u n k n o w n
  • Kelas A [End]
  • Maaf✓
  • He is not My Best Friend (End)
  • Skysha

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines